Showing posts with label PPMN 2016. Show all posts
Showing posts with label PPMN 2016. Show all posts

Saturday, May 28, 2016

Ada Tarian Bambu Gila di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional, Lihat Videonya

MALUKU, PENDIDIKAN ISLAM – Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) II 2016 Maluku kali ini, ada sesuatu yang berbeda dengan pelaksanaan PPMN tahun lalu. Pertunjukan kesenian Tari Bambu Gila asal Kota Maluku yang unik ditampilkan oleh peserta PPMN II asal Konda Maluku.

Malam (26/5) kemarin, Tari Bambu Gila pun dipertunjukan, antusias para peserta dari berbagai daerah lain yang ingin menyaksikan tarian ini, terlihat pada video yang diunggah oleh Irfan Ohorella pada situs youtube.com.

Maluku seringkali identik dengan suara indah dan nyanyian serta tarian. Penyanyi, musisi dan penari banyak yang berasal dari Maluku. Maluku memang erat sekali dengan tradisi bermain musik serta tari-menari.

Salah satu tarian tradisional yang dapat kita kenal adalah sebuah tarian yang bernama tari Bulu Gila atau Bambu Gila, suatu tarian yang berasal dari permainan rakyat Maluku Tengah. Tarian ini adalah permainan tradisional yang biasanya dipertunjukkan para pemuda desa pada acara-acara tertentu.

Dahulu para penari akan bergerak dengan lincah mengikuti gerakan bambu gila yang telah dimanterai oleh pawang. Mereka akan membuat gerakan rangkaian dan saling mengaitkan tangan, dengan kelincahan gerakan kaki yang meliputi berjalan, melompat maupun berlari mengikuti suara musik yang dinamis. Gerakan yang begitu dinamis maka para penari dituntut memiliki fisik yang cukup kuat.

Terdengar begitu magis dan penuh makna supranatural, namun kini tari itu hampir punah dan hanya tinggal gerakan-gerakannya yang diubah menjadi tari lincah dengan gerakan kaki serta bulu (bambu) yang didekap kedua tangan.

Gerak itu menandakan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat. Gerakan yang kompak dan seirama ini sebenarnya merupakan lambang dari semangat gotong royong, yaitu membangkitkan jiwa persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan berbagai segi hidup.

Tarian ini adalah gambaran dari jiwa kegotong-royongan atau “Masohi” yang menjadi budaya masyarakat Maluku sejak dulu kala. Jadi tidak ada lagi kesan nuansa supranatural dan magis, juga tidak menakutkan seperti yang diceritakan kebanyakan orang.

Peserta PPMN II asal Konda Maluku ini ingin menyampaikan pesan kesatuan dan persatuan serta gotong royong yang telah menjadi kebudayaan bangsa Indonesia, begitu juga keindahan budaya serta kesenian yang beraneka ragam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia harus tetap terjaga.(AS/Khayun)

 

Sumber: Arrahmah.co.id

Wednesday, May 25, 2016

Buka PPMN II, Menag: Siapkan SDM Indonesia Unggul dan Berintegritas!

[caption id="attachment_1732" align="aligncenter" width="600"]Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional Pantai Liang, Maluku, Rabu (25/05/2016) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional Pantai Liang, Maluku, Rabu (25/05/2016)[/caption]

MALUKU, PENDIDIKAN ISLAM - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-2 di Bumi Perkemahan Pantai Liang Ambon.

“Pramuka merupakan gerakan kebangkitan dan komitmen “Praja Muda” untuk ambil bagian dalam misi pembangunan dan kemanusiaan. Gerakan Pramuka berkomitmen membangun generasi muda menjadi warga negara yang unggul dan bertanggung jawab,” pekik Menag saat memberikan sambutan pada pembukaan PPMN Rabu (25/05), lansir Kemenag Sulawesi Tengah.

Menurutnya, Nilai-nilai keterampilan, kedisiplinan, solidaritas, integritas dan tanggung jawab yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka harus dipegang teguh insan pramuka. Hal ini bisa menjadi modal penting dan prasyarat untuk unggul, maju, dan berdaya saing.

Menag mengingatkan dihadapan sekira 800 siswa MTs yang merupakan generasi bangsa, bahwa masa mendatang, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.

“Maju tidaknya bangsa, ditentukan ketersediaan SDM yang unggul. PPMN harus menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang inklusif, toleran, unggul, disiplin, terampil, kreatif, produktif, inovatif dan berintegritas,” tegasnya.

Menag mengapresiasi gelaran PPMN  dengan nuansa laut. Sebab,  Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi kelautan dan kemaritiman yang luar biasa.

Ketua Panitia PPMN, Kamaruddin Amin menyatakan, kali pertama PPMN bernuansa laut dihadirkan. Dalam PPMN ini, para peserta yang merupakan siswa MTs (penggalang) dari seluruh Indonesia, akan melakukan 8 kegiatan, antara lain: penguatan wawasan dan ketrampilan, petualangan, keagamaan, dan kepramukaan.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Asaggaff menyatakan, Maluku sebagai salah satu wilayah kepulauan di Indonesia siap mendukung Pemerintah untuk mengembalikan paradigma Pembangunan Nasional yang berorientasi kelautan (Maritim). “Maluku telah mempersiapkan diri dan siap menjadi lumbung ikan Nasional” tegas Gubernur.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku, pimpinan Kabupaten/kota se Maluku, TNI/Polri, Kwarnas dan masyarakat Ambon. Hadir pula Kabalitbang dan Diklat Kamenag, seluruh Kakanwil Kemenag se-Indonesia, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, dan Kepala Biro Umum Syafrizal.

PPMN ini diikuti 858 peserta dari seluruh Indonesia. Tiap provinsi mengirim dua regu penggalang, putera dan puteri dengan 9 anggota untuk setiap regu. Selain itu, ada juga dua regu dari 11 Kabupaten/Kota dari Provinsi Maluku.

Seremonial Pembukaan PPMN dimeriahkan dengan  pelepasan 3.047 tukik (anak penyu) ke Pantai Liang yang memecahkan rekor MURI dan penanaman 3.000 pohon. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 28 Mei mendatang. (AS)