Showing posts with label Perkemahan Wirakarya PTK XIII. Show all posts
Showing posts with label Perkemahan Wirakarya PTK XIII. Show all posts

Sunday, May 22, 2016

STAIN Pekalongan Raih Juara Umum di Ajang PW PTK 2016 Kendari

[caption id="attachment_1676" align="aligncenter" width="640"]Kontingen Pramuka Pandega STAIN Pekalongan, Jawa Tengah. Kontingen Pramuka Pandega STAIN Pekalongan, Jawa Tengah.[/caption]

KENDARI, PENDIDIKANISLAM.ID - Usai sudah perhelatan Perkemahan Wirakarya Perguraan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang berlangsung sejak 16 sampai 22 Mei 2016 di IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara.

Selama berlangsungnya kegiatan PW tersebut terdapat kegiatan lomba yang bertujuan untuk mengasah ketrampilan dan ilmu pengetahuan para peserta.

Adapun cabang kompetisi yang dilombakan untuk tingkat Perguruan Tinggi Islam meliputi Apresiasi Kreasi Tenda, Apresiasi Pentas Seni, Apresiasi Masakan Nusantara, Apresiasi Ethno Carnaval dan Expo.

Dari beberapa cabang lomba yang diikuti para peserta dari lebih kurang 50 PTK, STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Pekalongan, Jawa Tengah memperoleh apresiasi terbanyak dan terbaik sehingga meraih The Best Peserta PW PTK XIII 2016 di Kendari atau juara umum.

Berikut 8 perguruan tinggi Islam penerima Apresiasi PW PTK XIII 2016 seperti dirilis laman pendis.kemenag.go.id, Ahad (22/5):

1. Apresiasi Kreativitas Tenda Putra juara 1 UIN Bandung, juara 2 STAIN Pekalongan, juara 3 UIN Walisongo Semarang

2. Apresiasi Kreativitas Tenda Putri juara 1 STAIN Pekalongan, juara 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, juara 3 UIN Walisongo Semarang

3. Apresiasi Pentas Seni di Home Stay juara 1 IAIN Ponorogo, juara 2 STAIN Batusangkar, juara 3 IAIN Bukit Tinggi

4. Apresiasi Pentas Seni di Buper juara 1 STAIN Watampone, juara 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juara 3 UIN Syarif Kasim Riau

5. Apresiasi Masakan Nusantara juara 1 STAIN Pekalongan, juara 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juata 3 IAIN Manado

6. Apresiasi Ethno Carnaval juara 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, juara 2 UIN Malang, juara 3 UIN Sultan Thaha Jambi

7. Apresiasi Expo juara 1 UIN Malang, juara 2 IAIN Jember, juara 3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

8. The Best Peserta Perkemahan Wirakaraya 13 Kendari diraih oleh STAIN Pekalongan.

(Red: Fathoni Ahmad)

Friday, May 20, 2016

Pramuka Mahasiswa dari 50 PTK Tampilkan Beragam Seni dan Budaya Nusantara

[caption id="attachment_1661" align="aligncenter" width="628"]Pramuka Pandega UIN Raden Fatah Palembang sedang menampilkan Tari Gending Sriwijaya. Pramuka Pandega UIN Raden Fatah Palembang sedang menampilkan Tari Gending Sriwijaya.[/caption]

KENDARI, PENDIDIKANISLAM.ID - Kidung megah gending Sriwajaya mengalun mengiringi gemulai lima penari di atas panggung dengan tata lampu menawan dan tata suara yang apik. Warna merah tegar dan kilau warna emas menjadi busana indah membungkus tubuh penari yang merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Radeh Fatah Palembang Sumatera Selatan.

Seperti dilansir situs kemenag.go.id, Gending Sriwijaya dengan nada-nada pentatoniknya yang indah dan suara soprano penyanyinya adalah lirik lagu tentang cerita kejayaan Nusantara yang mampu menyihir ribuan penonton yang menyaksikan Malam Pentas Seni Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII tahun 2016 di Bumi Perkemahan IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5).

Gending Sriwijaya dengan tarian indahnya menjadi bagian dari penampilan musikalitas dan drama legenda Pulau Kemaro, yaitu kisah rakyat tentang asal muasal pulau Kamaro yang berada di Sungai Musi Palembang, kisah pilu seorang saudagar muda dari negeri China dan Putri Raja Palembang yang berakhir tragis karena cinta mereka yang terbawa mati. Penampilan drama musikalitas peserta PW PTK UIN Palembang ini menjadi salah satu dari 50 PTK lainnya yang setiap malam berunjuk kebolehannya menampilkan seni dan budaya daerahnya masing-masing.

Panggung Malam Pentas Seni ini digelar di dua tempat, yaitu di area Kampus IAIN Kendari dan di Lapangan Desa Morome yang menjadi lokasi program Home Stay Pramuka PTK. Dalam amatan Pinmas, masyarakat sudah memenuhi lapangan sejak usai Maghrib untuk menyaksikan pagelaran budaya mahasiswa PTK. Dipandu oleh Host jenaka dari pelawak dan dua mahasiswa, malam pentas seni menjadi tontona budaya yang menarik bagi masyarakat, salah satunya Wahyu yang malam itu datang beserta isteri dan dua anaknya.

Wahyu yang berprofesi sebagai wiraswasta mengaku terhibur dengan penampilan-penampilan budaya mahasiswa PTK ini. Baginya, malam pentas seni menjadi hiburan istimewa karena bisa mengenal dan menyaksikan lebih dekat tradisi dan budaya daerah lain yang ditampilkan di wilayahnya.

“Penampilan seni budaya peserta pramuka sangat bagus, Saya senang dan bangga dengan kekayaan budaya kita ini,” ujar Wahyu yang setia setiap malam hadir menikmati hiburan yang ditampilkan peserta PW PTK ini.

Menyusul penampilan drama musikalitas UIN Palembang, tarian indah Gueul juga ditampilkan mahasiswa STAIN Takengon Aceh yang malam itu menampilkan tarian warisan budaya Tanah Gayo disusul dengan membawakan lagu daerah Rege-Rege atau lagu tentang Galau. Tarian ini berkisah tentang legenda nama Gajah Putih di Takengon. Alkisah ada dua orang bersaudara yang sedang menggembala, namun tersesat di sebuah hutan, lalu kakaknya dibunuh pasukan kerajaan, sang kakak kemudian menjelma menjadi gajah putih. Sementara Rege-rege ini seperti dikisahkan Permata Dewi yang memainkan gitar dalam penampilannya menceritakan tentang persahabatan.

“Kami ingin menampiilkan budaya Aceh yang lain selain tarian Saman yang sudah sangat terkenal, Aceh tidak hanya tari Saman tapi ada tradisi dan kekayaaan budaya lainnya juga yang perlu dilestarikan dan diketahui masyarakat,” ujar Yuli mahasiswa Fakultas Tarbiyah semester empat kepada Humas Kemenag yang menemuinya usai mereka tampil.

Selain UIN Palembang dan STAIN Takengon Aceh, malam itu ada tujuh kampus lainnya yang menampilkan khas budaya dan tradisinya masing-masing. Di panggung Malam Pentas Seni berbeda, ribuan masyarakat menyaksikan penampilan budaya pramuka peserta Perkemahan Wirakarya PTK yang dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dengan 1500 peserta yang berasal dari 50 perguruang tinggi keagamaan. (Red:Fathoni Ahmad)

Thursday, May 19, 2016

Mahasiswa Asing Terkesan Keramahan Sahabat Indonesia di Kemah PTK

[caption id="attachment_1657" align="aligncenter" width="634"]Ghadzi Omarah Pramuka Pandega dari Rusia (ketiga dari kanan) di Kemah PTK Kendari. Ghadzi Omarah Pramuka Pandega dari Rusia (ketiga dari kanan) di Kemah PTK Kendari.[/caption]

KENDARI, PENDIDIKANISLAM.ID - Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) memberi kesan tersendiri bagi mahasiswa asal Rusia. Namanya Ghadzi Omarah. berperawakan tinggi dengan mata biru dan mengenakan kaos Timnas Sepak Bola Rusia menjadi tanda kentara kalau dia berasal Rusia.

Seperti diberutakan laman kemenag.go.id, bersama tiga rekan kuliahnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ghadzi menjadi satu dari ribuan pramuka pandega yang ingin ikut memberi bakti bagi masyarakat Kendari. Ketiga temannya adalah Hazmini dari Thailand, Raisa dari Madagaskar Afrika Selatan, dan Musthofa dari Afganistan.

“Ini menarik dan menantang,” katanya, Rabu (18/5) di Kendari saat ditanya kesan tiga hari hidup di tenda pramuka dengan Bahasa Indonesia yang cukup lancar meski agak terbata-bata.

Menurutnya, kesempatan berkemah di pulau Sulawesi Tenggara ini adalah pengalaman perkemahan pramuka yang kali pertama. Gadzi mengaku tidak pernah ikut pramuka di negaranya.

PW PTK menantang, kata Ghadzi, karena dia harus menempuh jalan yang cukup jauh untuk mengikuti berbagai kegiatan. Tidak jarang Ghadzi harus ikut antrian mengambil air untuk mandi dan keperluan lain. Namun demikian, pria yang sudah empat tahun di Kota Malang ini mengaku merasa asyik dengan pengalaman barunya.

Ghadzi juga terkesan dengan kerahaman sahabat-sahabat barunya dari Sabang sampai Merauke. menurutnya, mereka suka saling membantu dan mau bertukar pengetahuan.

Melewati tiga hari di Kendari, Ghadzi Omarah beserta mahasiswa asing lainnya memang membaur tinggal di tenda dan alam terbuka. Tidak jarang mereka mengambil air untuk masak dan menyiapkan makanan bagi kawan-kawannya yang satu sangga.

Hal sama dirasakan Raisa, mahasiswa jurusan Biologi di kampus Tahfidzul Quran UIN Malang. “Ini benar-benar melatih hidup mandiri, tahan banting, dan kerja keras,” kata Raisa merasai pengalaman perdananya mengikuti pramuka.

Gadis yang gemar menyanyikan lagu berirama dangdut dan lagu-lagu Jawa ini tampak semangat mengikuti kegiatan perkemahan, meski diguyur hujan. Dia berharap mahasiwa asing yang bisa ikut pada PW PTK mendatang lebih banyak. “Mungkin akan tambah ramai kata raisa jika satu sangga berasal dari satu negara,” tuturnya.

Kementerian Agama RI melalui Ditjen Pendidikan Islam sengaja melibatkan peserta yang lebih luas pada PW PTK tahun ini. Tidak hanya mahasiswa UIN, IAIN, dan STAIN, peserta juga berasal dari PTK Non-Islam dan dari Mancanegara.

Pelibatan mahasiswa asing dalam perkemahan, menurut Kamaruddin Amin, saat menyerahkan peserta PW PTK ke warga masyarakat (induk semang), Selasa (17/5) agar mereka tidak canggung menghadapi pergaulan lintas negara, lintas agama, etnik, dan budaya.

Sementara itu Hazmini, mahasiswa Psikologi asal Thailand merasa perkemahan ini merupakan ujian mental hidup di alam terbuka. “Pramuka dilatih untuk tidak takut hujan, angin dan panas terik matahari, semuanya harus dihadapi dengan senang,” kata Hazmi. (Red: Fathoni Ahmad)

Tuesday, May 17, 2016

Haru! Pramuka Mahasiswa Bedah Gubuk Reot Nenek 70 Tahun Ini

KENDARI, PENDIDIKANISLAM.ID - Namanya Mbah Simpen. Di usianya yang lebih 70 tahun, dia tinggal bersama seorang anak dan satu cucunya di sebuah gubug seukuran 5 x 6 meter persegi. Sekilas melihat rumahnya, jauh dari kata layak. Dinding papan tua itu menopang atapnya yang terbuat dari daun alang-alang. Beberapa bagian dinding berlubang hingga ditutup bekas spanduk kegiatan hasil memungut.

Mbah Simpen adalah penduduk Desa Morame Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Hidupnya penuh kesederhanaan, untuk tidak mengatakan kekurangan. Dari pernikahannya dengan suami yang sudah lama meninggal, nenek kelahiran Bojonegoro Jawa Timur ini dikarunia 6 anak dan 15 cucu.

[caption id="attachment_1622" align="alignleft" width="810"]Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan Mbah Simpen Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan Mbah Simpen[/caption]

Dalam siaran pers Kemenag RI, usai mendampingi Menag Lukman Hakim membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Senin (16/5), menyempatkan diri berkunjung ke rumah Mbah Simpen. Kedatangan Kamaruddin untuk bersilaturahim sekaligus menyampaikan maksud tim Bedah Rumah PW PTK untuk merenovasi rumah Mbah Simpen.

Tidak banyak perabot dijumpai dalam rumah berlantai tanah itu. Untuk menerima tamu, hanya ada satu bangku panjang di depan rumah. Kondisi tanpa jendela, tanpa kamar mandi, serta ruang dapur yang menyatu dengan tempat tidur, menambah tanda bahwa rumah itu tidak layak huni.

Gurat lelah sangat tampak di wajah Mbah Simpen yang mulai merenta. Meski demikian, dia tetap menunjukkan pribadi yang sehat dan kuat. Kenapa dari Bojonegoro bisa sampai Sulawesi Tenggara, Mbah Simpen mengaku kalau sekira tahun 1970, dia bersama teman-temannya ikut program transmigrasi. Sejak itu, dia menetap di Pulau Sulawesi.

Tanpa sanggup berbanyak kata, Kamarudin Amin langsung menyampaikan maksud kedatangannya. Tidak lupa, dia juga memberikan bantuan untuk Mbah Simpen dan keluarga.

Mbah Simpen pun tak kuasa menahan tangis mendengar rumahnya akan diperbaiki. Kehadiran Wakil Bupati Konawe Selatan menambah keyakinannya bahwa apa yang didengarnya bukanlah mimpi. “Saya senang sekali rumah saya mau diperbaiki. Terima kasih buat adik-adik Pramuka yang berkenan memperbaiki,” tuturnya berlinang air mata.

Kamarudin mengaku bangga dengan inisiatif Pramuka Pandega peserta PW PTK untuk membedah rumah Mbah Simpen. “Kepedulian harus dilatih sejak dini agar kelak menjadi pemimpin yang tidak lupa pada yang lemah,” katanya.

[caption id="attachment_1623" align="alignright" width="816"]Mbah Simpen bersama para Pramuka Pandega dan Wabup Konawe Selatan Mbah Simpen bersama para Pramuka Pandega dan Wabup Konawe Selatan[/caption]

Selasa (17/5) pagi, waktu baru menunjukan pukul 07.30 WITA, saat tim Bedah Rumah PW PTK mulai membongkar rumah Mbah Simpen. Berseragam pramuka, tim bedah rumah bersama warga tampak semangat memberikan baktinya. Tidak butuh waktu lama untuk meratakan bangunan reot ini rata dengan tanah, meski hanya dengan peralatan sederhana. Tahapan selanjutnya adalah membangun kembali rumah Mbah Simpen agar lebih baik dan layak untuk dihuni. Rencananya, tim bedah rumah PW PTK akan memperbaiki dinding dan atap yang lapuk, sekaligus memelur lantai agar tidak lagi beralas tanah. Tim juga akan membuatkan kamar mandi sekaligus WC dan septitengnya.

Sementara tim bedah rumah bekerja, senyum terus mengembang di wajah Mbah Simpen. Rasa bahagianya demikian kentara meski menyaksikan rumahnya rata dengan tanah. Harapan bahwa rumahnya akan dibangun lagi menjadi lebih baik membuat renta wajahnya terus memancar sinar bahagia.

Bedah rumah Mbah Simpen akan berlangsung seharian ini. Diharapkan, Rabu (18/5) besok, rumah Mbah Simpen sudah berdiri kembali dengan kondisi yang lebih layak huni. Selama rumahnya diperbaiki, Mbah Simpen tinggal di tempat sang putera yang tidak jauh dari kediamannya.

Bedah rumah merupakan salah satu dari kegiatan Bakti yang dilakukan oleh 2000-an Pramuka Pandega peserta PW PTK XIII di IAIN Kendari yang dibuka oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di Tugu Religi Kota Kendari. (Red: Fathoni Ahmad)

Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam Harus contoh Spirit Perubahan Pramuka

[caption id="attachment_1617" align="aligncenter" width="268"]Menteri Agama Lukman H Saifuddin Menteri Agama Lukman H Saifuddin[/caption]

Kendari, PendidikanIslam.ID – “Perkemahan yang selalu diadakan oleh Pramuka, ternyata mampu merangsang, menanamkan, dan memperteguh nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang didasari pada pemahaman keagamaan yang terbuka, damai, dan toleran. Oleh Karena itu, Pramuka merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda dan sukses dalam melahirkan kader perubahan. Dan Mahasiswa PTKI harus mengambil isnpirasi darinya.” Demikian dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dihadapan ribuan pramuka pandega, pada Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang dilaksanakan 16 – 22 Mei di Kendari Sulawesi Tenggara.


Politisi-Santri yang pernah duduk di gedung DPR/MPR selama 15 tahun ini kembali menegaskan bahwa gerakan pramuka telah mengakar secara historis di bumi Nusantara. Kiprahnya dalam pembangunan khususnya dalam pembentukan karakter anak bangsa telah terbukti membawa generasi muda yang tidak hanya pintar di akal tetapi juga cerdas berperilaku.


“Sebagai calon pemimpin bangsa yang sedang berproses untuk menyiapkan diri menyambut Indonesia sebagai negara ke-7 ekonomi dunia, saya berharap para pramuka pandega dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menyongsong masa depan dengan berbuat apa saja demi kemajuan bangsa, negara dan agamanya,” cetus Alumnus Pesantren Darussalam Ponorogo ini.


Menyinggung perihal bonus demografi kelak di tahun 2020-2030 mendatang, ia mengatakan bahwa ini adalah berkah dan peluang yang harus disyukuri dikarenakan Indonesia mempunyai generasi penerus yang melimpah. Tantangannya adalah mengelola Sumber Daya Manusia ini agar lebih berdaya saing.


“Dengan mengelola SDM, ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan, maka kita semua siap untuk menyambut Indonesia emas,” teriak Menag dengan penuh semanagat. (@viva_tnu)


 

Senam Tongkat oleh 5000 Pramuka di Kendari Catatkan Rekor MURI

KENDARI, PENDIDIKANISLAM.ID - Sebanyak 5.000 anggota pramuka mengikuti senam tongkat pramuka terbanyak dalam rangka memeriahkan pembukaan perkemahan wirakarya perguruan tinggi keagamaan (PTK) Nasional ke XIII di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin.

"Peserta senam tingkat pramuka ini sebanyak 5.000 orang dari siswa madrasahAliyah/MA sederajat, MTS/SMP, pondok pesantren se kota Kendari, Kabupaten Konawe dan Kabuaten Konawe Selatan," kata Rektor IAIN Kendari, Nur Alim, selaku tuan rumah penyelenggara seusai menyaksikan kegiatan itu.

[caption id="attachment_1607" align="alignleft" width="439"]Senam Tongkat di Perkemahan Wirakarya PTK Senam Tongkat di Perkemahan Wirakarya PTK[/caption]

Peserta senam tongkat tersebut berbaris sepanjang tiga kilometer dari Jalan Abdulah Silondae Kendari hingga jalan Ahmad Yani Kendari atau dari Bundaran Mandonga Kendari sampai perempatan Wuwua kendari dengan panjang jalan tiga kilometer.

"Mereka berdiri sepanjang jalan itu membentuk formasi senam tongkat. Ini akan dicatat oleh MURI sebagai senam tongkat terpanjang," katanya seperti dilansir Antara, Senin (16/5).

Disebutkan bahwa Kegiatan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang berlangsung dari 16-22 Mei di Kendari tersebut dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri Ketua Kwarnas Adyaksa Dault serta pejabat Kemenag RI.

Kegiatan senam tongkat tersebut mendapat perhatian antusias dari warga Kota Kendari yang memadati sepanjang jalan kegiatan itu.

Pembukaan kegiatan dilakukan di Tugu Religi Sultra Alun-alun Kota Kendari. Peserta kegiatan PW-TPK itu kata dia, sebanyak 2.000 orang dari 55 perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, termasuk beberapa kontingen pramuka dari luar negeri. (Red: Fathoni Ahmad)

Sunday, May 15, 2016

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Adakan Perkemahan Mahasiswa di Kendari

 

[caption id="attachment_1547" align="aligncenter" width="800"]Perkemahan Wirakarya PTK XIII Perkemahan Wirakarya PTK XIII[/caption]

Jakarta, PendidikanIslam.ID- Perkemahan bagi Mahasiswa UIN/IAIN/STAIN/Swasta yang disebut Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Sultan Qaimuddin IAIN Kendari, Kecamatan Baruga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada 16-22 Mei 2016.

Para mahasiswa/i dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia yang tergabung dalam Pramuka Pandega ini menurut rencana akan diikuti oleh 1.500 peserta. Event dua tahunan dalam rangka sosialisasi UIN, IAIN, STAIN dan PTK Swasta kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk keduabelas
kalinya (XII) sejak tahun 1991di Bulukumba Sulawesi Selatan.

Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya PW PTK tahun ini akan diikuti sejumlah mahasiswa Pramuka Pandega dari Luar Negeri ; Afganistan, Rusia, Jepang, Madagaskar, Philipina, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Selain itu, mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kegamaan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga akan meramaikan PW PTK, sebagai bentuk komitmen kebangsaan dan ke-Indonesiaan

Menurut kemenag.go.id, seremonial pembukaan akan dimeriahkan dengan pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) berupa senam tongkat pramuka terpanjang di dunia yang diperkirakan akan mencapai 7 km. Selain agenda normatif lainnya, kegiatan yang langsung "mengena" ke warga sekitar adalah Bedah Rumah yang tidak layak huni sebagai wujud bakti kepada masyarakat.

Selaku tuan rumah, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ketua DPRD Sultra, Walikota Kendari dan seluruh SKPD mendukung penuh perkemahan ini bahkan ikut berpartisipasi menyiapkan seluruh fasilitas dan sarana penunjang demi suksesnya PW PTK ini. (@viva_tnu)