Showing posts with label Video. Show all posts
Showing posts with label Video. Show all posts

Tuesday, September 13, 2016

Jalan Dakwah Pesantren

CHANNEL PENDIDIKAN ISLAM - Mengenal lebih dekat lembaga pendidikan pesantren.

Negeri ini memiliki lembaga pendidikan dengan sejarah panjang. Berabad telah dilewati, banyak peristiwa dihadapi, dari perubahan ke perubahan-pun telah dijalani. Lembaga pendidikan itu berciri khas keagamaan, tapi di sisi lain juga lekat dengan lokalitas dengan beragam tradisi dan budaya. Ia selalu berdialog dengan keadaan dan telah menjadi bagian dari peradaban dunia. Ia adalah “Pondok Pesantren” nama popular lembaga pendidikan yang dimaksud.

Pondok Pesantren menjadikan adagium “Melestarikan tradisi yang baik dan mengambil kebaruan yang lebih baik”, sebagai metode untuk terus hidup, berkembang dan bermanfaat. Maka tidak aneh, jika dalam perjalanannya, pesantren, dari satu sisi kuat dengan tradisi, tapi di sisi lain terus berinovasi. Tak aneh pula, jika pesantren tampak terlihat melingkupi banyak lini kehidupan, dari keagamaaan hingga kesenian, dari kemasyarakatan hingga berbangsa.



Synopsis:
Indonesia is endowed with an educational institution that has a long history. That institution has been through centuries of experiences, undergone a lot of happenings, transitioning from change to change. It has a religious characteristic, while at the same time is embracing locality, traditions, and cultures. It is constantly in dialogue with current situation and has become part of the world civilization. The institution is popularly known as “Pesantren.”

Pesantren’s motto is “to preserve good old traditions and embrace better new traditions” which keeps it evolving and giving to society. Hence, it is no wonder that throughout the history Pesantren has always been strong in keeping traditions while also constantly innovating. It is also understandable that pesantren has always been present in many aspects of life, from religion to art, from social life to the nation’s affairs.

---------------------------------------------

(Documentary / Bahasa Indonesia with English Subtitle / 37 Minutes)

Presented by:
Indonesian Ministry of Religious Affairs, Rekam Docs and 1926

Directed and edited by:
Yuda Kurniawan

Produced by:
Muhtaddin A.R, Hamzah Sahal, Yuda Kurniawan.

Research:
Hamzah Sahal

Scriptwriter:
Hamzah Sahal, Yuda Kurniawan.

Cinematographer:
Ivan Anwal Pane, Yuda Kurniawan

Transcript:
Aflah Ahmed.

English subtitle:
Lintang Aulia Yudhityasari, Shohib Masykur

Music by:
Ahmad Fahmy Alatas

Drawing illustrator:
Budi Santoso, Agus Suherman

Colourist:
Taufik Arifianto.

Sound Mixing:
Arif Kurnia.

Production and offline editing support by: Rekam Docs
Online post facilities by: Saga Pictures
Sound post studio support by: bitRate Sound Post

For more information about Screening and Discussion,
please contact us:
hamzahsahal@gmail.com
rekam.docs@yahoo.com

Sunday, May 1, 2016

Bangga! Kami Rohis Ramah, Bermartabat dan Cinta NKRI

Jakarta, PendidikanIslam.id – Dalam konferensi pers, Kamis (27/4) lalu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menanggapi isu bahwa organisasi Rohani Islam (Rohis) di sekolah sebagai wadah penanaman paham radikal.

“Ada isu negatif, Rohis dianggap menjadi bagian dari penyebaran paham-paham radikal, bahkan terorisme. Ini jangan sampai terjadi,” ucap Kamaruddin dalam konferensi pers tersebut di Kantor Kemenag RI Lapangan Banteng Jakarta Pusat terkait kegiatan Perkemahan Rohis yang akan dihelat Senin-Jumat (2-6/5/2016) di Buperta Cibubur, Jakarta.

Menurut Kamaruddin, kesan Rohis sebagai organisasi tertutup atau eksklusif harus dihilangkan. Bukan saja untuk mengantisipasi masuknya berbagai pemikiran-pemikiran radikal yang biasanya cenderung tertutup dan mengisolasi diri dari masyarakat, namun juga untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para siswa untuk belajar agama.

“Kita ingin mewejudkan Rohis ini sebagai organisasi terbuka agar semakin banyak siswa yang ikut. Belajar agama kan tidak perlu ditutup-tutupi. Selain itu, kalau bersifat terbuka maka para guru bisa lebih mudah melakukan pendampingan, dengan tetap memberikan ruang kepada mereka untuk melakukan aktualisasi diri,” kata Kamaruddin.

Terkait dengan apa dan bagaimana Rohis yang seharusnya, para siswa dalam video berikut berusaha memberikan ungkapannya. Klik link videonya berikut ini:


(Fathoni Ahmad)