Showing posts with label perkemahan rohis. Show all posts
Showing posts with label perkemahan rohis. Show all posts

Wednesday, May 4, 2016

Anggota Rohis NTT Ini Ingin Jadi Analis Kesehatan

 

Jakarta, PendidikanIslam.id

Perkemahan Rohani Islam (Rohis) SMA-SMK yang digelar di Buperta Cibubur, Jakarta, menyisakan berbagai keunikan. Mulai penampilan berbagai peserta dengan kostum daerah masing-masing, hingga wajah peserta yang mirip artis dunia maya asal Malaysia, Mimi Nazrina, yang menyanyikan "Kun Anta" karya Humood Alkhudher.

Mahasiswi International Islamic University Malaysia (IIUM) itu sedang menjadi buah bibir masyarakat, baik di Malaysia maupun di Indonesia setelah mengunggah videonya "Kun Anta" di Youtube. Hingga kini, videonya sudah ditonton 5 jutaan orang.

Menurut teman-temannya, Shafira Aura Ramadhani, siswi SMA 3 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ini mirip sekali dengan penyanyi asal Negeri Jiran tersebut. Beberapa peserta tampak ngantre foto bersama dirinya.

[caption id="attachment_1370" align="aligncenter" width="288"] Shafira Aura Ramadhani, Rohis asal Kupang NTT (kiri) Mimi Nazrina, penyanyi asal Malaysia (kanan)[/caption]

“Iya, ini teman kami asal Kupang mirip artis dari luar negeri,” ujar teman-teman Shafira Aura kepada PendidikanIslam.id di sela-sela mengikuti olahraga di lapangan tempat pembukaan kemah Rohis, Rabu (4/5) pagi.

Saat disebut mirip Mimi Nazrina, gadis periang bermata sipit ini tampak tersipu malu. Teman-teman satu kontingennya yang berseragam merah ini pun tertawa riang melihat perubahan rona mukanya. Sementara, ibu guru pembimbing yang menemani mereka tampak asyik berfoto ria.

Dara kelahiran Kupang, 10 Januari 1999 ini mengaku baru kali pertama mengikuti perkemahan Rohis. Sebab, tahun 2014 saat digelar kemah Rohis perdana, ia masih duduk di Kelas III SMP. “Saya bangga dan senang sekali turut serta dalam acara ini. Banyak teman dan wawasan baru yang saya dapatkan,” ujarnya bangga.

Saat ditanya tentang padatnya kegiatan di arena perkemahan, Aura, sapaan akrabnya, mengaku tidak ada masalah. Bahkan, ia menikmati betul berbagai agenda yang dijadwalkan panitia. “Nggak capek. Cuman agak ngantuk aja karena kurang istirahat,” ungkapnya.

Gadis yang bercita-cita menjadi analis kesehatan ini menambahkan, timnya dari NTT sedang mempersiapkan penampilan tarian Rokatenda khas Ende yang digelar Kamis malam, (5/5), di lapangan pembukaan kemah Rohis. Berbagai kesenian tradisional akan ditampilkan atas nama masing kontingen dari seluruh provinsi se-Indonesia. (Musthofa Asrori)

Tuesday, May 3, 2016

Siapakah Qori Qoriah di Kemah Rohis Nasional? Ini Dia Profilnya

Nashoihul Ibad (Qori') dan Annisa Nur Lestari (Qori'ah) sedang bersantai di depan Wisma Untung Suropati usai tampil pada pembukaan kemah Rohis

Jakarta, PendidikanIslam.id

Ada yang menarik dalam pembukaan kemah Rohis Nasional 2016 yang digelar di Buperta Cibubur, Selasa (3/4) pagi. Dua siswa-siswi SMA ini didaulat berduet melantunkan tilawatil Quran. Bagaimana ceritanya anak sekolah umum pandai membaca kitab suci dengan nagham indah? Apalagi sempat menyabet gelar juara I di arena MTQ.

Anisa Nur Lestari (18) salah satunya. Dara kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan, 15 Februari 1998 yang besar di Bontang di Kalimantan Timur ini mengaku sejak belia sudah akrab dengan tilawah Al-Quran. Sejak kelas 3 SD, Nisa sudah mulai mengikuti MTQ. Waktu itu namanya Lomba Anak Soleh-Solehah. “Saya juara I MTQ Pelajar FLS2N tingkat Provinsi Kaltim pada 2014,” ujarnya bangga.

Selain itu, mencoba banyak cabang lomba dan sudah menyabet juara dari tartil, Tilawah, Hafalan Qur'an, dan Syarhil Qur'an. Nisa, panggilan akrabnya, diajak merantau bapaknya yang seorang hafidz dan qori’ ke Bontang lantaran di daerah tersebut butuh imam masjid. “Ibu saya juga qoriah meski untuk lokal saja,” ungkapnya.

Gadis berperawakan mungil ini pernah mengalami kejadian unik yang menggelikan. Saat itu, ia sedang mengikuti perlombaan Tilawatil Quran. Oleh seorang penonton, ia dinasihati untuk tidak duduk di kursi peserta. “Anak-anak tidak boleh duduk di sini ya, dik. Ini untuk peserta,” kenangnya.

Namun, oleh salah satu kawannya yang juga peserta, orang tersebut langsung ditegur sembari menjelaskan bahwa ia salah satu peserta yang ikut final. “Oh, maaf ya, dik. Gitu katanya. Lalu, saya duduk di depan. Dan, saya pun menang,” ujarnya tersipu malu.

Di arena perkemahan Rohis Nasional yang dihelat di Buperta Cibubur, Nisa tampil duet dengan Nashoihul Ibad, siswa kelas XII SMA 68 Jakarta. Mirip dengan kisah Nisa, Ibad juga tidak pernah belajar di madrasah, apalagi pesantren. Meski demikian, ia belajar tilawah kepada guru di kampung orang tuanya di Pasuruan, Jawa Timur.

Dengan ketekunan dan semangat yang tinggi, Ibad akhirnya dipercaya sebagai utusan sekolahnya pada MTQ yang digelar di arena Pentas PAI Nasional di Asrama Haji Bekasi 2015 silam. “Saya mendapat juara 1 MTQ di Pentas PAI tersebut,” ujar Ibad.

Baik Nisa maupun Ibad merasa gembira mendapat kehormatan tampil pada acara pembukaan kemah yang dihadiri 2000 aktivis Rohis se-Indonesia. “Apalagi tampil di hadapan Bapak Menteri Agama. Bahagia sekali rasanya,” pungkas mereka. (Musthofa Asrori)

Thursday, April 14, 2016

Kemenag Gelar Perkemahan Rohis Lagi, 2-6 Mei

Jakarta, PendidikanIslam.id - Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama akan kembali menggelar kegiatan Perkemahan Rohis Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur pada 2-6 Mei 2016. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 2000 siswa SMA dan SMK.

[caption id="attachment_1057" align="aligncenter" width="300"]Dokumentasi Perkemahan Rohis Nasional 2014 Dokumentasi Perkemahan Rohis Nasional 2014[/caption]

Even nasional untuk organisasi keagamaan di bawah OSIS ini merupakan yang kedua, setelah digelar pada pada 11-15 November 2014 lalu di tempat yang sama. Namun even kali ini agak berbeda dengan sebelumnya.

“Dulu karena yang pertama, maka lebih banyak diikuti siswa dari Jakarta dan sekitarnya. Sekarang diikuti sampai semua provinsi. Misalnya untuk Kalimantan Timur dan NTB juga sampai mengirimkan empat rombogan,” kata Direktur PAI Amin Haedari ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (14/4).

Para peserta untuk perkemahan kali ini tidak dibagi berdasarkan provinsi. Mereka dibiarkan berbaur agar saling mengenal antar daerah satu dengan lainnya. Hanya saja untuk siswa laki-laki dan perempuan tetap terpisah.

Dari segi materi, Perkemahan Rohis  kali ini lebih beragam juga. Ada materi wajib atau MKDU yang keseluruhannya harus diikuti oleh semua pesaerta. Materi wajib ini adalah tentang Islam yang damai dan Islam yang ramah.

“Kita menyiapkan generasi emas yang penuh keramahan dan kedamaian,” kata Amin.

Ada juga beberapa materi yang tidak harus diikuti keseluruhannya atau MKDK, seperti materi mengenai leadership, jurnalistik, public speaking, dan manajemen masjid. Materi yang terakhir ini sangat penting karena basis utama kegiatan Rohis adalah di masjid atau musholla sekolah.

Tentang Rohis

Rohis atau singkatan dari Rohani Islam merupakan lembaga atau perkumpulan para siswa untuk memperkuat dan memperdalam Islam. Rohis menjadi organisasi ekstrakurikuler di sekolah yang dibuat oleh pihak sekolah atau para siswa yang menggagas pembentukan rohis.

Rohis terkadang juga disebut Dewan Keluarga Masjid (DKM). Biasanya Rohis dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Fungsi Rohis selain sebagai forum pertemuan, juga sebagai wahana pengajaran, dakwah, dan berbagi pengetahuan Islam. Adapun susunan dalam Rohis layaknya OSIS, organisasi induknya. [A. Khoirul Anam]