Tuesday, May 3, 2016

Siapakah Qori Qoriah di Kemah Rohis Nasional? Ini Dia Profilnya

Nashoihul Ibad (Qori') dan Annisa Nur Lestari (Qori'ah) sedang bersantai di depan Wisma Untung Suropati usai tampil pada pembukaan kemah Rohis

Jakarta, PendidikanIslam.id

Ada yang menarik dalam pembukaan kemah Rohis Nasional 2016 yang digelar di Buperta Cibubur, Selasa (3/4) pagi. Dua siswa-siswi SMA ini didaulat berduet melantunkan tilawatil Quran. Bagaimana ceritanya anak sekolah umum pandai membaca kitab suci dengan nagham indah? Apalagi sempat menyabet gelar juara I di arena MTQ.

Anisa Nur Lestari (18) salah satunya. Dara kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan, 15 Februari 1998 yang besar di Bontang di Kalimantan Timur ini mengaku sejak belia sudah akrab dengan tilawah Al-Quran. Sejak kelas 3 SD, Nisa sudah mulai mengikuti MTQ. Waktu itu namanya Lomba Anak Soleh-Solehah. “Saya juara I MTQ Pelajar FLS2N tingkat Provinsi Kaltim pada 2014,” ujarnya bangga.

Selain itu, mencoba banyak cabang lomba dan sudah menyabet juara dari tartil, Tilawah, Hafalan Qur'an, dan Syarhil Qur'an. Nisa, panggilan akrabnya, diajak merantau bapaknya yang seorang hafidz dan qori’ ke Bontang lantaran di daerah tersebut butuh imam masjid. “Ibu saya juga qoriah meski untuk lokal saja,” ungkapnya.

Gadis berperawakan mungil ini pernah mengalami kejadian unik yang menggelikan. Saat itu, ia sedang mengikuti perlombaan Tilawatil Quran. Oleh seorang penonton, ia dinasihati untuk tidak duduk di kursi peserta. “Anak-anak tidak boleh duduk di sini ya, dik. Ini untuk peserta,” kenangnya.

Namun, oleh salah satu kawannya yang juga peserta, orang tersebut langsung ditegur sembari menjelaskan bahwa ia salah satu peserta yang ikut final. “Oh, maaf ya, dik. Gitu katanya. Lalu, saya duduk di depan. Dan, saya pun menang,” ujarnya tersipu malu.

Di arena perkemahan Rohis Nasional yang dihelat di Buperta Cibubur, Nisa tampil duet dengan Nashoihul Ibad, siswa kelas XII SMA 68 Jakarta. Mirip dengan kisah Nisa, Ibad juga tidak pernah belajar di madrasah, apalagi pesantren. Meski demikian, ia belajar tilawah kepada guru di kampung orang tuanya di Pasuruan, Jawa Timur.

Dengan ketekunan dan semangat yang tinggi, Ibad akhirnya dipercaya sebagai utusan sekolahnya pada MTQ yang digelar di arena Pentas PAI Nasional di Asrama Haji Bekasi 2015 silam. “Saya mendapat juara 1 MTQ di Pentas PAI tersebut,” ujar Ibad.

Baik Nisa maupun Ibad merasa gembira mendapat kehormatan tampil pada acara pembukaan kemah yang dihadiri 2000 aktivis Rohis se-Indonesia. “Apalagi tampil di hadapan Bapak Menteri Agama. Bahagia sekali rasanya,” pungkas mereka. (Musthofa Asrori)

No comments:

Post a Comment