JAKARTA, PendidikanIslam.id - Rohis atau singkatan dari Rohani Islam merupakan lembaga atau perkumpulan para siswa untuk memperkuat dan memperdalam agama Islam. Rohis menjadi organisasi ekstrakurikuler di sekolah yang menjadi bagian dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Fungsi Rohis selain sebagai forum pertemuan, juga sebagai wahana pengajaran, dakwah, dan berbagi pengetahuan Islam. Adapun susunan dalam Rohis layaknya OSIS, organisasi induknya.
Direktur Pendidikan Islam (PAI) Kementerian Agama, Amin Haedari di sela Pelaksanaan Perkemahan Rohis Nasional di Cibubur Jakarta, Selasa (3/5) mengatakan, selama ini ada kesan bahwa Rohis adalah organisas tertutup dan ekslusif.
Kesan tertutup itu harus dihilangkan. Bukan saja untuk mengantisipasi masuknya berbagai pemikiran-pemikiran radikal yang biasanya cenderung tertutup dan mengisolasi diri dari masyarakat, namun juga untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para siswa untuk belajar agama.
“Kita ingin mewujudkan Rohis ini sebagai organisasi terbuka agar semakin banyak siswa yang ikut. Belajar agama kan tidak perlu ditutup-tutupi. Selain itu, kalau bersifat terbuka maka para guru bisa lebih mudah melakukan pendampingan, dengan tetap memberikan ruang kepada mereka untuk melakukan aktualisasi diri,” kata Amin.
Untuk memberikan kesan terbuka itu, para peserta Perkemahan Rohis Nasional kali ini juga tidak dibagi berdasarkan provinsi. Mereka dibiarkan berbaur agar saling mengenal antar daerah satu provinsi dengan provinsi lainnya, berdiskusi dan berbagi informasi satu sama lain. Hanya saja untuk siswa laki-laki dan perempuan tetap terpisah.
Dari segi materi, Perkemahan Rohis kali ini lebih beragam juga. Ada materi wajib atau MKDU yang keseluruhannya harus diikuti oleh semua peserta. Materi wajib ini adalah tentang Islam yang damai dan Islam yang ramah. “Kita menyiapkan generasi emas yang penuh keramahan dan kedamaian,” kata Amin.
Ada juga beberapa materi yang tidak harus diikuti keseluruhannya atau MKDK, seperti materi mengenai leadership, jurnalistik, public speaking, dan manajemen masjid. Materi yang terakhir ini sangat penting karena basis utama kegiatan Rohis adalah di masjid atau musholla sekolah. [A. Khoirul Anam]
No comments:
Post a Comment