Showing posts with label Direktorat Pendidikan Madrasah. Show all posts
Showing posts with label Direktorat Pendidikan Madrasah. Show all posts

Friday, September 2, 2016

Kemenag Beri Beasiswa 817 Mahasiswa ke Timur Tengah

[caption id="attachment_2570" align="aligncenter" width="800"]Menag Lukman Hakim Saifuddin Melepas 817 Mahasiswa Ke Timur Tengah Menag Lukman Hakim Saifuddin Melepas 817 Mahasiswa Ke Timur Tengah[/caption]

Jakarta, PendidikanIslam.ID - Proses akhir dari 4.511 murid yang mendaftar untuk belajar di sejumlah universitas di negara-negara Timur Tengah, akhirnya Kementerian Agama meluluskan 817 orang sebagai mahasiswa baru.


Mahasiswa baru tersebut selanjutnya akan belajar di dengan beasiswa Kemenag di Universitas Al Azhar, Mesir sebanyak 20 orang. Penerima beasiswa Tamsil dengan rincian di Sudan 20 orang, Maroko 15 orang, Lebanon 20 orang, Kuwait 8 orang, sisanya yakni mahasiswa non beasiswa sebanyak 734 orang. Seleksi telah dilaksanakan dan berlangsung di Aceh, Riau, Sumbar, Sumatera, Jakarta, Sumsel, Lampung, Jogja, Sulteng, Sulbar, Sulut, Pekanbaru, Palembang, Malang, dan Makassar.


Dalam pelepasan yang dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, kepada mahasiwa baru tersebut, Menag Lukman yang didampingi Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Sesditjen Pendis Ishom Yusqi meminta agar kesempatan untuk belajar di luar negeri ini harus senantiasa disyukuri. Sebab, ujar Menag, ada banyak siswa-siswa dari negeri ini yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.


"Oleh karenanya, siswa-siswa yang terpilih saat ini sudah selayaknya meningkatkan rasa syukurnya hingga terpilih sebagai mahasiswa di Timur Tengah. Sebab, Timur Tengah masih menjadi negara yang baik untuk tempat menimba ilmu, akan tetapi, kondisinya, peluang yang ada tidak sebesar animo yang begitu banyak," ujar Menag di Kemenag, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat (1/9).


Syukur, lanjut Menag, harus dimaknai dengan bijak dan arif, karena masih banyak saudara-saudara kita, belum berkesempatan seperti yang siswa-siswi miliki saat ini.


"Kita yang hadir disini adalah orang-orang pilihan, bahkan sudah melalui seleksi yang begitu beragam dan cukup panjang serta tidak sederhana, hingga bisa melanjutkan pendidikan di negara-negara tersebut", tambah Menag.


Menag minta kepada mahasiswa baru tersebut untuk meneguhkan niat, bahwa perjalanan dan keberadaan di negara orang nanti semata-semata untuk menimba ilmu. Dalam artian luas, menuntut ilmu tidak hanya berarti dalam bangku kuliah, akan tetapi menuntut ilmu hidup, sebab, dengan berada di negera orang akan mendapatkan banyak ilmu, pengembangan wawasan pemikiran dan juga pengalaman.


"Yang tidak kalah penting adalah ilmu hidup. Kita akan menjalani kehidupan di negera orang, dengan kedaan berbeda adat dan budaya yang tentu tidak sama dan dialami di negeri in, pasang niat yang baik, untuk apa berada di negara orang", tambah Menag sebagaiman dilansir pada laman kemenag.go.id.


Selain pesan syukur, Menag juga mengharapkan siswa-siswa yang akan menjadi mahasiswa Timur Tengah tersebut harus fokus dan serius untuk menyelesaikan program studinya. Sebab, biaya yang digunakan adalah biaya milik kita bersama, biaya yang berasal dari negera (rakyat Indonesia). (@viva_tnu)

Tuesday, August 23, 2016

Test Agama Islam di KSM V 2016, Ini Alasan Kemenag

KSM V 2016 Pontianak
Jakarta, PendidikanIslam.ID – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) V 2016 yang berlangsung di Pontianak-Kalimantan Barat, 23-27 Agustus 2016 ini, disamping bidang/mata pelajaran sains yang akan dilombakan, melekat dalam masing-masing bidang tersebut adalah materi Agama Islam.


“Jadi pembeda KSM V 2016 ini adalah terletak pada Mapel Agama Islam yang dilombakan dan juga sekaligus bentuk kepedulian terhadap ciri khas madrasah sebagaimana diamanatkan dalam UU dan PP 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan. MI, MTs, dan MA adalah SD, SMP, dan SMA yang 100% plus 5 (lima) mapel keislaman,” jelas Direktur Pendidikan Madrasah, Nur Kholis Setiawan dalam jumpa pers dengan awak media (19/08/2016).


Maksud selanjutnya penambahan mapel agama Islam untuk dilombakan, kata Alumnus Fakultas Syariah IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga ini adalah dalam rangka mengukur kualitas murid madrasah, paling tidak pada dimensi kognitif terhadap pendidikan agama Islam yang meliputi Al Qur’an-Hadits, Aqidah-Akhlaq, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fiqh, dan Bahasa Arab.


“Harapannya ketika PAI menjadi mapel yang dilombakan, ada keseimbangan pada tataran idealitas ketika mereka masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  Di jenjang Perguruan Tinggi, paradigma Interkoneksi keilmuan keislaman dengan non keislaman yang sedang digarap Kemenag dimana basisnya adalah murid madrasah,” sitir Nur Kholis atas pernyataan Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin.


Pertimbangan selanjutnya, tambah alumnus Pesantren Tebuireng Jombang-Jatim, kombinasi sains dan Agama Islam pada KSM ini adalah memberikan added values (nilai tambah) dari mapel keislaman untuk menjadi salah satu bahan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas 5 mata pelajaran yang diajarkan di madrasah.


Sebagai informasi, KSM V 2016 ini akan diikuti oleh 865 (delapan ratus enam puluh lima) orang yang terdiri atas peserta dan pendamping. Untuk peserta sendiri berjumlah 374 (tiga ratus tujuh puluh empat) yang terdiri atas utusan dari 34 propinsi dimana per propinsinya mengutus 11 (sebelas) peserta pemenang KSM tingkat Propinsi. Ditambah Peserta dari 17 MAN IC (Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia) dan siswa sekolah.


“Disamping peserta dan pendamping yang akan hadir, pada upacara pembukaan yang digelar pada 23 Agustus ini, akan dimeriahkan dengan kedatangan dari seluruh elemen masyarakat dan murid madrasah tentunya dengan jumlah 3.500 (tiga ribu lima ratus orang),” kata Direktur Madrasah. (@viva_tnu)

Monday, August 22, 2016

KSM V 2016, Kemenag Gandeng Surya University

[caption id="attachment_2486" align="aligncenter" width="650"]Konferensi Pers KSM V 2016 Konferensi Pers KSM V 2016[/caption]


Jakarta, PendidikanIslam - Untuk kali keduanya, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) V 2016 yang akan digelar di Kota Pontianak Kalimantan Barat akan melibatkan secara penuh Surya University dibawah kepemimpinan Yohanes Surya, fisikawan pelatih Tim Oliampade Fisika Indonesia (TOFI).


"Keterlibatan Surya University sebagai pendamping dan pembuat soal KSM dimulai sejak KSM tingkat propinsi sampai ke tingkat nasional. Bahkan Surya University juga menyelenggarakan kegiatan Surya Game Online dan Matematika Gasing," kata Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin ketika Konferensi Pers di Lantai 2 Kementerian Agama RI (19/08/2016).


Dengan metode Matematika Gasing; Gampang Asyik dan menyenangkan lanjut Kamaruddin, matematika tidak akan lagi menjadi momok bahkan menyenangkan. "Menumbuhkan dan mencintai sains bagi murid madrasah serta menumbuhkan bakat dan minta dibidang sains adalah salah satu tujuan KSM ini," kata alumnus Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universitat Bonn-Jerman ini.


Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya bahwa peserta KSM kali ini juga diikuti siswa sekolah dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa teknis rekrutmen peserta KSM V ini, siswa sekolah mengikuti penjaringan/seleksi sejak di kabupaten/kota bersama dan bertanding dengan murid madrasah lainnya.


"Setelah mereka dinyatakan menang di tingkat kabupaten/kota dan kemudian di tingkat propinsi, maka para siswa sekolah bersama murid madrasah yang juga juara di tingkat propinsi bisa melaju ke tingkat nasional dengan rekomendasi dari Kanwil Kemenag Propinsi setempat," terang Nur Kholis.


Dan yang menarik juga pada event KSM kali ini adalah keikutsertaan murid MAN IC yang `bertanding`nya tidak akan di`lawan`kan dengan MAN Model ataupun MA biasa.


"Belajar dari KSM sebelumnya, Murid MAN IC selalu mendominasi juara di semua lini dikarenakan memang MAN IC diproyeksikan sebagai MAN berbasis sains. Maka bukan berarti mendikotomi madrasah namun agendanya adalah akselerasi untuk 14 MAN IC baru yang telah beroperasi pada 2015 dan 2016 agar sepadan dengan 3 MAN IC sebelumnya," terang Nur Kholis. (@viva_tnu)

Tuesday, August 16, 2016

Singapore International Mathematic Olympiad Challenge; Murid Madrasah Raih 5 Medali

[caption id="attachment_2443" align="aligncenter" width="600"]Murid Madrasah Raih 5 Medali di Singapura Murid Madrasah Raih 5 Medali di Singapura[/caption]

Yogyakarta, PendidikanIslam.ID - Anisa Hayati (MA Matholibul Huda Mlonggo-Jepara) meraih medali Emas, Septiana Rohmawati (MA Abadiyah Pati-Jawa Tengah) meraih medali Perak, M. Ulin Nuha (MTs Abadiyah Pati-Jawa Tengah) meraih medali Perak, Kholida Nailil Muda (MAN Wonokromo-Yogyakarta) meraih medali Perak, dan Dedi Wahyudi (MTs Matholibul Huda Mlonggo, Jepara-Jawa Tengan) meraih medali Perunggu.


Lima siswa madrasah tersebut berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menjuarai ajang kompetisi Matematika internasional,  Singapore International Mathematic Olympiad Challenge (SIMOC), yang diselenggarakan di Singapura pada 12 - 15 Agustus 2016.


“SIMOC tersebut diikuti oleh 15 negara, yaitu: Singapore, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Bulgaria, Vietnam, Uzbekistan, Hongkong, Cambodia, Brunei, Indoa, Laos, Mongolia, dan Russia. Sedikitnya ada 700 peserta yang mengikuti ajang ini. Indonesia sendiri mengirim 97 siswa terbaiknya, “ terang Ali Asmui, Kepala MAN Wonokromo Bantul-DIY


Para peserta SIMOC merupakan perwakilan dari tiap negara yang telah mengikuti seleksi SASMO (Singapore and Asian Schools Math Olympiad) dan telah meraih juara. Seleksi tersebut diikuti oleh ribuan peserta yang diadakan di negara masing-masing pada bulan April lalu.


"Kelima siswa-siswi tersebut dan sejumlah rombongan lainnya akan sampai di bandara Djuanda Surabaya Senin (15/08) malam," kata Ali Asmui. (hamam/mkd/@viva_tnu)

8 Alumnus Madrasah Studi ke Luar Negeri atas Beasiswa Kemenag RI

[caption id="attachment_2439" align="aligncenter" width="600"]Alumnus Madrasah Pamitan dengan Setditjen Pendis Alumnus Madrasah Pamitan dengan Setditjen Pendis[/caption]

Jakarta, PendidikanIslam.ID - Kementerian Agama memberikan bantuan beasiswa kepada 8 lulusan madrasah untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Mereka adalah orang-orang terpilih dari 71 siswa yang mengikuti proses seleksi, mulai dari verifikasi dokumen, ujian tertulis, dan wawancara.


Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan, Senin (15/08), menyebutkan bahwa kedelapan lulusan madrasah berprestasi ini akan melanjutkan studinya di Jepang, Jerman, Turki, Thailand, dan Malaysia.


Menurut M. Nur Kholis, program beasiswa ini telah berjalan sejak tahun 2014. Awalnya, negara yang menjadi destinasi belajar lulusan terbaik madrasah hanya ke Jepang. Mulai tahun ini, destinasi beasiswa bukan hanya ke Jepang saja tapi juga untuk wilayah Asia Tenggara, Eropa, dan Timur Tengah.


Adapun kedelapan lulusan madrasah tersebut adalah: 1) Farah Fairuz Zahira (MAN IC Serpong), ke Automotive Engineering, Nagoya University-Japan; 2) Muhammad Izzat Nugraha (MAN IC Serpong) ke Applied Marine Biology, Tohoku University-Japan; 3) Qatrunnada Hamparan Melati (MAN IC Jambi) ke College of Asia Pacific Studies, Ritsumeikan Asia Pacific University (APU)-Japan; 4) Fathi Thooriq BZ (MAN I Cianjur) ke Mechanical of Engineering, University of Applied Science Kaiserslautern-Jerman; 5) Syauqi Alfiandi (MAN 4 Jakarta) ke International Business Management-Universiti Utara Malaysia; 6) Frisca Intan Luzia (MAN IC Serpong) ke Communication Arts-Bangkok University International College; 7) Ahmad Ghufron Taqiyuddin (MA Daar El Qolam Tangerang) - World Islamic Science & Education University (WISE) - Amman Jordan; dan 8) Abiesa Analistiana (MAN Parakan Temanggung) ke Universitas Kastamonu-Turki.

Nur Kholis berharap, para peraih beasiswa program prestasi ini kelak menjadi intelektual, saintis dan teknokrat, serta menjadi bagian penting yang akan membawa bangsa Indonesia ke tingkat yang lebih maju dalam berbagai bidang kehidupan.


Adapun beasiswa yang diberikan berupa biaya transportasi ke luar negeri dan biaya hidup di luar negeri dalam jangka waktu 4 (empat) tahun. Syarat utama penerima beasiswa, harus mempunyai LoA (Letter of Acceptance) atau telah terdaftar di perguruan tinggi luar negeri.


Sebelum berangkat ke luar negeri, para penerima beasiswa ini diterima oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Isom Yusqi. Jadilah duta bangsa yang membawa harum nama Indonesia ke luar negeri dan mampu beradaptasi sehingga tidak mengalami culture shock, pesannya.


Isom berharap, setelah menyelesaikan jenjang S1, para penerima beasiswa ini bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan kemudian mengabdi kepada negara. (hamam/mkd/@viva_tnu)

Monday, August 15, 2016

Bagi Guru Sertifikasi 2007-2008, Ada Perubahan Kode & Mapel Kesetaraan

sertifikasi guruJakarta, PendidikanIslam.ID - Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menetapkan perubahan kesetaraan nomor kode dan nama bidang studi sertifiksi guru tersertifikasi tahun 2007-2008 di lingkungan Kementerian Agama.


“Kesetaraan kode mata pelajaran tersebut diimplementasikan melalui sistem pengelolaan tunjangan profesi guru berbasis SIMPATIKA sebagai dasar kesesuaian antara bidang studi yang diampu dengan sertifikat pendidik sebagai salah satu persyaratan pembayaran tunjangan profesi guru,” terang Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Pendis, Isom Yusqi, dalam SE tertanggal 30 Mei 2016.


Sebagaimana dimaklumi, lanjut Isom yang juga sekretaris Ditjen Pendis, bahwa selama proses pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2007 – 2011 telah terjadi perubahan nomor kode dan nama bidang studi sertifikasi guru sejak tahun 2009 sebagaimana tercantum pada Surat Kepala BPSDMPK-PMP Nomor : 26269/J/LL/2012 tertanggal 09 Oktober 2012 Tentang penyesuaian Kode dan Nama Bidang Studi Sertifikasi.


“Perubahan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan program pengelolaan data peserta sertifikasi guru dalam jabatan dan tunjangan profesi guru dalam jabatan dan tunjangan profesi guru berbasis SIMPATIKA  yang akan dimulai pada semester tahun 2016/2017,” lanjut “pejabat sementara” Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin, yang sedang mengikuti Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan untuk eselon I (Diklat PIM I) sejak 29 Mei 2016 yang lalu.


Oleh karena itu, Isom menginstruksikan kepada seluruh Kepala Kanwil Kemenag Propinsi se-Indonesia melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam agar segera menyampaikan SE ini kepada guru di wilayah masing-masing untuk dapat melaksnakan penyesuaian terhadap perubahan tersebut.


Sebagai informasi, SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag) merupakan lanjutan dari program Padamu Negeri yang dirintis oleh Kemdikbud sejak 20 Mei 2013 hingga Juni 2015. Mulai 17 Agustus 2015, Kemenag mengembangkan secara mandiri Layanan SIM PTK Online berbasis sistem SIAP Padamu Negeri bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia.


Melalui Layanan SIMPATIKA, Kemenag mengembangkan beragam program kerja untuk kepentingan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Kemenag, meliputi: Digitalisasi Portofolio, Bantuan/Beasiswa, Tunjangan, Diklat, Sertifikasi, Pemetaan Mutu, dan beragam program lainnya. Proses transaksi data pada Layanan SIMPATIKA akan melibatkan secara berjenjang mulai dari individu, Pimpinan Madrasah/Sekolah, Kantor Kemenag Kab/Kota, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, hingga Unit-Unit Kerja Kemenag Pusat dengan terpadu. (@viva_tnu)


Silahakan download Surat Edaran : disini

Friday, August 12, 2016

Siswa Sekolah akan ikuti Kompetisi Sains Madrasah, 23-27 Agustus 2016

[caption id="attachment_2408" align="aligncenter" width="915"]Alur KSM Sampai ke Tingkat Nasional Alur KSM Sampai ke Tingkat Nasional[/caption]

Jakarta, PendidikanIslam.ID – Perdana dan untuk pertama kalinya Kompetisi Sains Madrasah ke-5 (KSM V) yang akan digelar besok pada 23-27 Agustus 2016 di Pontianak-Kalimantan Barat, akan diikuti oleh siswa-siswi sekolah dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


“Kebijakan ini sesuai dengan hasil kesepakatan antara Kementerian Agama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali pada kebijakan awal bahwa baik KSM maupun Olimpiade Siswa Nasional (OSN) dapat diikuti  oleh siswa siswi madrasah dan sekolah. Demikian pula pada lomba-lomba lainnya yang diselenggarakan oleh kedua instansi tersebut,” terang Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamarudin Amin dalam Petunjuk Teknis KSM 2016 tertanggal 28 Januari 2016.


Berbeda dengan KSM sebelumnya, lanjut Kamaruddin, bahwa setiap materi yang akan dilombakan diberikan juga materi soal agama Islam, sehingga setiap peserta tidak saja menjawab soal sains tetapi juga soal agama Islam.


“Hal ini bertujuan agar setiap peserta KSM tidak saja paham sains dan teknologi, tetapi harus paham dan menguasi ilmu agama Islam,” tegas alumnus UIN Alaudin ini.


Disamping persyaratan peserta KSM tingkat nasional ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian  Agama Provinsi, namun sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan tentang mekanisme persyaratan yang lebih teknis bagi siswa sekolah mengikuti KSM 2016 ini. Apakah siswa sekolah tersebut adalah pemenang pada KSM tingkat propinsi ataukah juara OSN di daerahnya. Atau barangkali siswa sekolah tersebut adalah peserta tamu pada event bergengsi saintis madrasah.


Untuk materi yang akan dilombakan untuk tingkat MI/SD; Matematika-Agama Islam dan IPA-Agama Islam. Untuk MTs/SMP ; Matematika-Agama, Biologi-Agama Islam, dan Fisika-Agama Islam. Tingkat MA/SMA materinya Matematika-Agama Islam, Biologi-Agama Islam, Fisika-Agama Islam, Kimia-Agama Islam, Ekonomi-Agama Islam, dan Geografi-Agama Islam.


Sebagai informasi, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) telah dilaksanakan untuk kali kelimanya. KSM I di Bandung-Jawa Barat (25-29 Juni 2012). KSM II di Malang-Jawa Timur (5-8 Nopember 2013). KSM III di Makassar-Sulawesi Selatan (25-29 Agustus 2014). KSM IV di Palembang-Sumatera Selatan (3-7 Agustus 2015). Dan KSM V kali ini digelar di Pontianak-Kalimantan Barat (23-27 Agustus 2016). (@viva_tnu)


Silahkan Download Petunjuk Teknis KSM 2016 :
Juknis KSM 2016

Wednesday, August 10, 2016

Mantap, 5 Madrasah Masuk Daftar Sekolah Adiwiyata Mandiri 2016!

[caption id="attachment_2394" align="aligncenter" width="400"]Logo dan Piala Adiwiyata dari KLH Logo dan Piala Adiwiyata dari KLH[/caption]

Jakarta, PendidikanIslam.ID – Pada Bulan lalu, 22 Juli 2016, ternyata Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) menganugerahkan 5 (lima) madrasah masuk dalam daftar sekolah Adiwiyata Mandiri dari 111 sekolah/madrasah se-Indonesia.


Sebagaiman diketahui, pengumuman ini sekaligus penyerahan penghargaan bagi sekolah-sekolah berbudaya lingkungan ini merupakan salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 Tingkat Nasional. Adiwiyata adalah penghargaam tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada sekolah-sekolah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA) di Indonesia yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang cinta dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.


Pada tahun 2015 lalu, madrasah yang masuk dalam daftar sekolah Adiwiyata Mandiri hanya 2 madrasah dari 95 sekolah se-Indonesia yaitu  MTS Negeri Kuranji (Kota Padang-Sumbar) dan MTS Negeri IV Angkat Candung (Kab. Agam-Sumbar). Sedangkan pada tahun 2016 ini kelima madrasah yang mendapat Adiwiyata Mandiri adalah; MTsN Ma’Rang (Kab. Pangkajene dan Kepulauan-Sulsel), MTsN Parak Lawas (Kota Padang-Sumatera Barat), MTsN Koto Tangah (Kota Padang-Sumbar), MIN Pucangsimo (Kab. Jombang-Jatim), dan MIN Bukit Jengkol Pangkalan Susu (Kab. Langkat-Sumut).


Sebagai informasi, KLH mempunyai 3 kategori penganugerahan tentang lingkungan hidup; Kalpataru, Adipura, dan Adiwiyata. Kalpataru adalah penghargaan di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada individu atau kelompok yang berjasa dalam usaha pelestarian lingkungan hidup. Adipura merupakan penghargaan untuk kota di Indonesia yang berhasil yang berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan.


Peluang mengikuti program Adiwiyata terbuka bagi seluruh sekolah di tanah air Indonesia. Dalam proses seleksi dan penilaian, KLH dibantu oleh berbagai pihak, antara lain: Pemerintah Daerah setempat (dalam hal ini dikoordinir oleh BPLHD/Bapedalda Propinsi), bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi dan pihak swasta lainnya.


Adapun tata cara pengusulan calon penerima penghargaan Adiwiyata adalah setiap sekolah dapat diajukan oleh Pemerintah Daerah sebagai calon Sekolah Adiwiyata sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Pengajuan calon dilakukan dengan mengisi kuesioner dan menyertai lampiran yang diperlukan sesuai dengan formulir yang telah disediakan oleh Kantor Negara Lingkungan Hidup. Calon sekolah Adiwiyata dan sekolah Adiwiyata akan diteliti lebih lanjut oleh Dewan Pertimbangan Adiwiyata. Penerima penghargaan calon dan sekolah Adiwiyata ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup.


Adapun penilaiaanya meliputi: 1) Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah untuk pendidikan lingkungan hidup; 2) Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah; 3) Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK); 4) Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat; dan 5) Pengembangan sistem pengelolaan sampah. (viva_tnu)

Monday, August 8, 2016

Pertama di Indonesia : Gubernur Berikan 23 Mobil untuk Pengawas Madrasah

[caption id="attachment_2379" align="aligncenter" width="640"]APV Buat Pengawas Madrasah APV Buat Pengawas Madrasah[/caption]

Aceh, PendidikanIslam.ID - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyerahkan sedikitnya 23 unit mobil Suzuki APV untuk pengawas sekolah madrasah di 23 kabupaten/kota se Provinsi Aceh (4/8/2016).


Kunci mobil  di serahkan Gubernur secara simbolis  di sela-sela Porseni Kemenag XV dan Ekspo Madrasah IV Aceh ke 15 dilapangan Musara Alun-Alun Takengon kemarin, Kamis (4/8/).


Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyerahkan langsung mobil pengawas tersebut secara simbolis kepada koordinator pengawas Kabupaten Seumeulu, Rawal Adi didampingi koordinator pengawas sekolah Provinsi Aceh, Adnan Majid.


Bantuan mobil pengawas itu merupakan bantuan pemerintah Aceh melalui anggaran APBA tahun 2016.


Usai Penyerahan mobil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Hasanuddin Darjo, mengingatkan para Pengawas Sekolah dan Madrasah, agar fasilitas yang didanai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tersebut tidak disalah gunakan.


”Jangan gunakan untuk keperluan pribadi maupun keluarga, mobil operasional ini hanya boleh digunakan untuk kegiatan pendidikan setelah selesai langsung dipakirkan lagi dikantor,” pesan Darjo di hadapan para pengawas.


Menyangkut penggunaan dan biaya perawatan mobil, pos anggaranya tersedia  di Pusat Peningkatan Mutu Guru (PPMG) wilayah masing-masing, karena itu koordinator PPMG diharapkan melakukan tugas pengawasan dengan maksimal, tambah Darjo.


Hal lain yang diharapkan Kadisdik Aceh, bantuan mobil operasional ini bisa mendukung kinerja pengawas dan dimanfaatkan dengan baik sesuai aturan yang berlaku serta mampu meningkatkan kemajuan pendidikan di propinsi Aceh.


Sebagaimana diketahui, bantuan operasional bagi pengawas ini, merupakan perdana di Indonesia ini, bukan cuma 23 unit, tapi juga satu untuk madrasah dan satu untuk sekolah. (@viva_tnu)

Thursday, July 28, 2016

Lagi, Murid Madrasah Raih 4 Medali di Asian Robotic Championship

[caption id="attachment_2265" align="aligncenter" width="800"]Ocha dan Ave Bersama Para Pendamping Ocha dan Ave Bersama Para Pendamping[/caption]

Kualalumpur, PendidikanIslam.ID – Setelah beberapa waktu yang lalu di Asian Youth Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura meraih 4 (empat) medali, kini kakak beradik murid Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Syahid Jakarta kembali meraih 4 (empat) medali lagi pada arena Asian Robotic Championship di Kuala Lumpur Malaysia, 23-24 Juli lalu di Komplek Pusat Pendidikan Al-Amin Kuala Lumpur Malaysia sebagaimana disebutkan di laman kemenag.go.id.


Ya, mereka berdua adalah Syahrozad Zalfa Nadia (Ocha/9) dan Avicenna Roghid Putra Sidik (Ave/6) yang membawa 4 (empat) medali pulang ke tanah air. Keempat medali itu adalah ; Gold Prize untuk kategori Super Maze Solving meraih, Special Award diketegori Brick Speed meraih, Special Award pada Robot Rero dan Bronze Medal pada klasifikasi Creative Robotic.


Dalam ajang itu, menurut ibu kedua murid ini, Himatul Laily Waisnain, putranya juga mendapat peserta favorit karena menjadi peserta termuda dikarenakan lomba ini terbuka (open kategori) bagi peserta dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.


"Mereka ini muda sekali karena usia masih di bawah 10 tahun. Peserta lainnya ada dari mahasiswa," kata Laily yang selalu setia mendamping putra-putrinya setiap kali dimanapun lomba diadakan.


Mengenai Lomba ini, Laily menambahkan, bahwa project robot creative yang diusung putra- putrinya dalam lomba kali ini adalah "crane otomatis control remote". Robot jenis ini mampu membantu memindahkan barang atau benda besar yang tidak bisa diangkat manusia. Selain itu, robot ini juga dapat mempercepat pekerjaan dalam memindahkan barang dan mampu mengurangi kecelakaan kerja.


"Semua terkontrol dengan remot jarak jauh," jelasnya dengan penuh semangat. (@viva_tnu)