Friday, September 2, 2016

Kemenag Beri Beasiswa 817 Mahasiswa ke Timur Tengah

[caption id="attachment_2570" align="aligncenter" width="800"]Menag Lukman Hakim Saifuddin Melepas 817 Mahasiswa Ke Timur Tengah Menag Lukman Hakim Saifuddin Melepas 817 Mahasiswa Ke Timur Tengah[/caption]

Jakarta, PendidikanIslam.ID - Proses akhir dari 4.511 murid yang mendaftar untuk belajar di sejumlah universitas di negara-negara Timur Tengah, akhirnya Kementerian Agama meluluskan 817 orang sebagai mahasiswa baru.


Mahasiswa baru tersebut selanjutnya akan belajar di dengan beasiswa Kemenag di Universitas Al Azhar, Mesir sebanyak 20 orang. Penerima beasiswa Tamsil dengan rincian di Sudan 20 orang, Maroko 15 orang, Lebanon 20 orang, Kuwait 8 orang, sisanya yakni mahasiswa non beasiswa sebanyak 734 orang. Seleksi telah dilaksanakan dan berlangsung di Aceh, Riau, Sumbar, Sumatera, Jakarta, Sumsel, Lampung, Jogja, Sulteng, Sulbar, Sulut, Pekanbaru, Palembang, Malang, dan Makassar.


Dalam pelepasan yang dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, kepada mahasiwa baru tersebut, Menag Lukman yang didampingi Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Sesditjen Pendis Ishom Yusqi meminta agar kesempatan untuk belajar di luar negeri ini harus senantiasa disyukuri. Sebab, ujar Menag, ada banyak siswa-siswa dari negeri ini yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.


"Oleh karenanya, siswa-siswa yang terpilih saat ini sudah selayaknya meningkatkan rasa syukurnya hingga terpilih sebagai mahasiswa di Timur Tengah. Sebab, Timur Tengah masih menjadi negara yang baik untuk tempat menimba ilmu, akan tetapi, kondisinya, peluang yang ada tidak sebesar animo yang begitu banyak," ujar Menag di Kemenag, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat (1/9).


Syukur, lanjut Menag, harus dimaknai dengan bijak dan arif, karena masih banyak saudara-saudara kita, belum berkesempatan seperti yang siswa-siswi miliki saat ini.


"Kita yang hadir disini adalah orang-orang pilihan, bahkan sudah melalui seleksi yang begitu beragam dan cukup panjang serta tidak sederhana, hingga bisa melanjutkan pendidikan di negara-negara tersebut", tambah Menag.


Menag minta kepada mahasiswa baru tersebut untuk meneguhkan niat, bahwa perjalanan dan keberadaan di negara orang nanti semata-semata untuk menimba ilmu. Dalam artian luas, menuntut ilmu tidak hanya berarti dalam bangku kuliah, akan tetapi menuntut ilmu hidup, sebab, dengan berada di negera orang akan mendapatkan banyak ilmu, pengembangan wawasan pemikiran dan juga pengalaman.


"Yang tidak kalah penting adalah ilmu hidup. Kita akan menjalani kehidupan di negera orang, dengan kedaan berbeda adat dan budaya yang tentu tidak sama dan dialami di negeri in, pasang niat yang baik, untuk apa berada di negara orang", tambah Menag sebagaiman dilansir pada laman kemenag.go.id.


Selain pesan syukur, Menag juga mengharapkan siswa-siswa yang akan menjadi mahasiswa Timur Tengah tersebut harus fokus dan serius untuk menyelesaikan program studinya. Sebab, biaya yang digunakan adalah biaya milik kita bersama, biaya yang berasal dari negera (rakyat Indonesia). (@viva_tnu)

No comments:

Post a Comment