Friday, August 26, 2016

Ketika Juri Kagum pada Kecerdasan Siswa Madrasah Peserta KSM 2016

[caption id="attachment_2526" align="aligncenter" width="640"]Siswa madrasah peserta KSM 2016 di Pontianak saat sedang mengerjakan soal. Siswa madrasah peserta KSM 2016 di Pontianak saat sedang mengerjakan soal.[/caption]

PONTIANAK, PENDIDIKANISLAM.ID - Peserta KSM mulai dari tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam.

Astari Dwiranti (27) salah satu juri KSM ke-5 2016 pada cabang Biologi mengungkapkan kekagumannya melihat kemampuan siswa-siswa madrasah, setelah memeriksa hasil dan semua karya yang ada, termasuk siswa MAN IC yang juga saling bersaing sesama madrasah percontohan di setiap provinsi itu.

"Kecerdasan siswa-siswi madrasah peserta KSM patut diacungi jempol," kata Astari seperti dilansir kemenag.go.id.

Astari yang juga berkiprah sebagai Dosen di Surya University ini memaparkan bahwa soal-soal yang diberikan kepada peserta relatif bervariasi, ada yang memiliki tingkat kemudahan, hingga soal-soal yang paling sulit. Ini dikarenakan, ajang KSM merupakan kompetisi pada tingkat nasional.

"Kami melihat dari sisi keterampilan dan kemampuan peserta dalam memahami soal, serta kreativitas siswa, hampir bisa mengisolasi DNA," tutur Astari.

Selanjutnya, Tutun Nugraha, sebagai juri pada bidang Kimia, menyampaikan dan mengaku kaget dengan kemampuan siswa-siswi madrasah se-Indonesia ini peserta KSM. Sebab, menurut penilaian Tutun Nugraha, bentuk soal-soal yang ada terbilang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, meskipun tetap mengacu pada silabus yang ada. Beberapa soal bahkan ada yang biasanya bisa ditemui pada tingkat universitas pada awal semester.

"Pada sesi teori, peserta sanggup melumat semua soal-soal, bahkan bisa dibilang mendapat nilai sempurna," kata Tutun.

Kekaguman terhadap siswa-siswa madrasah terus terucap dari Tutun Nugraha, hingga Tutun menuturkan daya juang siswa-siswi madrasah sungguh luar biasa, pengetahuan ilmu dasarnya sangat baik.

"Saya merasa bangga dengan pencapaian anak-anak madrasah ini," puji Tutun yang baru pertama kali menjadi juri dalam KSM.

Diharapkan Tutun, potensi siswa-siswi madrasah ini tidak boleh disia-siakan, kiranya dengan potensi yang dimiliki dapat dikembangkan di masa-masa yang akan datang. Karena itu, Tutun menilai sudah sepatutnya apa yang dicapai siswa-siswa madrasah dalam KSM ini bisa diberi apresiasi, tidak hanya bersifat hadiah lomba (piala), namun perlu diapresiasi dalam bentuk lain yang berdampak jangka panjang.

"Kalau bisa berikan beasiswa, untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ujar Tutun. (Red: Fathoni Ahmad)

No comments:

Post a Comment