Sunday, August 21, 2016

Pakan Kucing Sehat Ciptaan Siswi Madrasah Raih Emas dalam International Invention

[caption id="attachment_2482" align="aligncenter" width="640"]Khanza saat menerima medali emas di Kroasia. Khanza saat menerima medali emas di Kroasia.[/caption]

JAKARTA, PENDIDIKANISLAM.ID - Gadis yang akrab disapa Khanza ini tidak akan menyangka jika karyanya masuk final dan mampu meraih medali emas di Kroasia. Sebab, proses uji cobanya berawal dari dapur rumahnya dengan dimentori sang ibu, yaitu Tanti Endah Yanuarwati.

Dalam keterangan yang diberitakan laman indonesiabaik.id, Khanza meneliti tentang pemanfaatan limbah ikan yang ada di restoran atau di rumah sebagai bahan dasar pembuatan makanan kucing bebas kimia. Sebab, dia memanfaatkan kapulaga (rempah-rempah sebesar biji semangka) sebagai pengawetnya.

Sebelum melakukan uji coba, khanza sering lihat limbah ikan, seperti kepala ikan yang dibuang. Hasrat untuk melakukan eksperimen ini terus mencuat, karena dia sering menemukan tumpukan limbah ikan tersebut. Terutama di restoran masakan ikan dan penampungan ikan di tepi laut.

Sang ibu Tanti Endah Yanuarwati memberikan masukan saat mencari formula agar produknya disukai oleh calon penikmatnya, yaitu kucing. Sebanyak tiga kali melakukan uji coba akhirnya kucing suka makan hasil produknya itu.

Bahan limbah dan pengawet alami ini dinilai mampu memikat dewan juri dari beberapa negara saat presentasi di Kroasia. Apalagi harga yang dipatok pada produk tersebut hanya USD 1 per ons. Tak hanya itu, dia juga meraih dua penghargaan dari negara lain, yaitu Taiwan dan Polandia. Karena idenya dinilai kreatif dan aplikatif serta aman bagi kesehatan hewan.

Kemenangan Khanza tidak lepas dari usaha madrasah dalam mengembangkan kegiatan Karya Ilmiah. MTs Surya Buana, yang juga memiliki Pondok Pesantren Surya Buana ini mewajibkan setiap peserta didiknya mengikuti program karya ilmiah.

Setiap akhir semester mereka diharuskan menulis satu karya ilmiah dan dipresentasikan dihadapan guru dan siswa. Jika karya ilmiah tersebut telah memenuhi ketentuan, maka karya tersebut akan diajukan ke kompetisi-kompetisi ilmiah. (Red: Fathoni Ahmad)

No comments:

Post a Comment