Saturday, March 12, 2016

Kemenag Dorong Optimalisasi Sekolah sebagai Basis Perdamaian

[caption id="attachment_643" align="alignleft" width="278"]Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas'ud saat menjadi pembicara kunci pada seminar di Berastagi, Karo, Sumut Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas'ud saat menjadi pembicara kunci pada seminar di Berastagi, Karo, Sumut[/caption]

Berastagi, PendidikanIslam.id


Republik ini memiliki keragaman etnik, bahasa, dan agama. Selain menjadi modal kekuatan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, keragaman tersebut juga dapat memicu potensi disharmoni. Karena itu, harmoni dalam kehidupan bermasyarakat terutama melalui pendidikan perlu terus disemai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud PhD saat didaulat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada Dialog Lintas Guru Agama yang diselenggarakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag, di Berastagi, Sumatera Utara, Rabu (9/3).

“Sekolah memiliki posisi strategis menumbuhkembangkan budaya damai, penghargaan atas perbedaan (cross culture understanding) dan toleransi. Untuk itu, potensi sekolah sebagai basis menjaga perdamaian perlu dioptimalkan,” ujar Mas’ud.

Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Hamdar Arraiyyah mengatakan, dalam mengakomodasi terwujudnya budaya damai melalui pendidikan agama, Kemenag terus mengupayakan terwujudnya budaya dialog lintas guru agama. Salah satu upaya yang dilakukan Kemenag adalah menggalakkan kegiatan dialog lintas guru agama.

Sementara itu, Plt. Gubernur Sumatera Utara melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Hasban Ritonga menegaskan pentingnya mengawal budaya damai di sekolah melalui kearifan lokal yang telah lama tumbuh di masyarakat. Untuk itu, diperlukan regulasi yang mewadahi lahirnya Forum Lintas Guru Agama di Sekolah. “Guna mewadahi forum lintas guru agama di Sumut, kami siap melahirkan Peraturan Gubernur”, tegas Hasban.

Kepala Bidang Litbang Pendidikan Formal yang juga panitia pelaksana kegiatan, Nuruddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkembangkan wawasan budaya damai, serta meningkatkan kesadaran dan kelancaran komunikasi lintas guru agama.

“Kegiatan ini diharapkan juga dapat menjadi alat bantu guru pendidikan agama untuk mengembangkan pendidikan agama berwawasan budaya damai,” ujar Nuruddin kepada Pendidikan Islam melalui ponsel pintar.

Dialog yang digelar selama tiga tersebut diikuti guru-guru agama dan pengelola pendidikan di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Kota Medan. Pembukaan dialog dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, pengelola pendidikan di lingkungan Pemda Sumut, para pejabat Kemenag serta utusan majelis agama.

Dalam dialog tersebut, selain penyampaian hasil riset Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan tentang respon siswa dan guru terhadap realitas kehidupan keagamaan di sekolah, peserta dialog juga merumuskan rencana aksi pengembangan budaya damai di sekolah. “Kami berharap usai kegiatan ini Pemda bersama Kemenag mendorong lahirnya payung hukum forum lintas guru agama di sekolah. Dan itu mulai dari Sumut,” pungkas Nuruddin. (Musthofa Asrori)

No comments:

Post a Comment