Wednesday, April 27, 2016

Satu Lagi, Gubernur Berkomitmen Esksistensi Pesantren

Jakarta (PendidikanIslam.id) – Jumlah pondok pesantren di Indonesia yang mencapai kurang lebih 26juta dengan lebih dari 3juta santri, sejak jaman pra kemerdekaan sampai sekarang berperan aktif terhadap pembangunan di Republik ini. Tidak hanya pembangunan dimaknai fisik namun pembangunan non fisik berupa pendidikan yang lebih mendominasi.


“Pesantren  merupakan sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang. Sebelum ada sistem pendidikan yang dikelola pemerintah sekarang ini, pesantren sudah eksis terlebih dahulu. Dan lembaga ini tidak boleh hilang,” kata Gubernur Jawa Barat, Achmad Heryawan di laman republika.co.id, Rabu (27/4/2016).


Oleh karena itu, lanjut mantan pengajar di Ma’had Al Hikmah ini, dirinya sebagai Gubernur akan terus berkomitmen terhadap perkembangan pesantren khususnya yang berada di Propinsi Jawa Barat dikarenakan pendidikan ala pesantren ini merupakan pendidikan khas dan asli Indonesia.


“Pesantren memiliki kekhasan yang sangat unik karena pola pendidikan yang diajarkan tidak luput dari pengetahuan agama. Jika pemahaman kedepan itu hadir karena dua ilmu yang menentukan, pesantren menjadi salah satu solusinya. Dua ilmu tersebut adalah ilmu pengetahuan berbasis agama yang bisa menuntun hidup terarah dan ilmu teknologi yang dapat mempermudah hidup manusia,” tegas alumnus Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta ini.


Pesantren di Jawa Barat yang telah telah memberikan pendidikan tidak hanya ilmu agama naumun juga iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), lanjut Kang Aher, ternyata sudah menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan zaman, menyesuaikan dengan sistem pendidikan pemerintah.


“Hidup dan kehidupan menjadi mudah dan terarah, dengan dua hal yang diajarkan di pesantren. Di pesantren, terkonsolidasi keduanya," kata Gubernur yang terpilih untuk kali keduanya. (@viva_tnu)

No comments:

Post a Comment