Wednesday, June 15, 2016

Cara Kepala MAN Model 2 Pekanbaru Mengubah Image Madrasah

17 MuliardiBeberapa tahun lalu, masih ada image yang berkembang di tengah masyarakat Pekanbaru bahwa lulusan madrasah hanya bisa berdoa saja. Muliardi merasa tertantang untuk melakukan perubahan mindset masyarakat yang sudah terlanjur miring tersebut.

Kerja keras dan cerdas Muliardi menjadi guru sekaligus pimpinan MAN 2 Model Pekanbaru kini berbuah manis. Tiga tahun belakangan antusias masyarakat kota Pekanbaru untuk mengantarkan anaknya ke madrasah semakin tinggi. Terlihat grafik perkembangan dari jumlah pendaftar setiap tahunnya meningkat bahkan tahun 2015 ini sampai 1200 pendaftar.

Kepemimpinannya telah terbukti dan mendapatkan prestasi sebagai Kepala Madrasah terbaik tingkat Provinsi (Kanwil Kemenag Provinsi Riau) tahun 2008. Hingga mengantarkan MAN 2 Model Pekanbaru sebagai madrasah terbaik tingkat Provinsi tahun 2009 kemudian menjadi madrasah terbaik tingkat nasional (Kementerian Agama Republik Indonesia) tahun 2010.

Siswa-siswi madrasah ini berturut-turut menjuarai lomba mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris (Mafikibb). Mereka berhasil memboyong semua medali emas yang dilombakan pada acara Mafikibb tahun 2008, yang untuk kali keempatnya diadakan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau untuk seluruh Madrasyah Aliyah (MA) se-Riau. Inilah sebagain prestasi yang ditorehkan siswa-siswi MAN 2 Model Pekanbaru.

Akibat torehan berbagai prestasinya inilah, tiga tahun sebelumnya pemerintah kota Pekanbaru menawarkan dan menyediakan lokasi tanah untuk mengembangkan MAN 2 Model Pekanbaru ini. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh kepala sekolahnya. Ia berinisiatif untuk menindak lanjuti tawaran dari pemko tersebut melalui Bapak Walikota Pekanbaru. Lalu berdasarkan usulan dari MAN 2 Model Pekanbaru, tepatnya pada 2014 lokasi tanah yang disediakan oleh pemko tersebut telah selesai dibangun. Sehingga kini proses belajar mengajar telah berjalan dilokasi tersebut hampir selama 2 tahun.

Menjadi MAN Model

Status tanah MAN 2 Model Pekanbaru adalah tanah hibah oleh pemko. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi MAN 2 Model Pekanbaru yang memiliki tambahan satu kampus lagi yakni terletak di Jl. HR. Soebrantas Simpang-Panamatau, yang disebut Kampus 2, MAN 2 Model Pekanbaru. Sementara Kampus utamanya terletak di Jl. Diponegoro No. 55 Pekanbaru yang disebut dengan Kampus 1. Nampaknya visi Pemerintah Kota Pekanbaru yang ingin menjadikan masyarakat Kota Pekanbaru menjadi masyarakat madani sejalan dengan visi MAN 2 Model. Sebagai prasyarat, tentunya membutuhkan iklim yang berorientasi ke arah masyarakat madani. MAN 2 Model Pekanbaru adalah salah satu institusi yang ikut berperan serta mendukung dan terbukti menyukseskan berbagai program dari visi besar tersebut.

Ada beberapa sekolah (madrasah) di Riau kini sudah ada yang menyediakan fasilitas asrama alias boarding school. Pola pendidikan semacam itu pada dasarnya mengadopsi pola pendidikan pesantren. Pada mulanya Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Pekanbaru berasal dari Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 3 tahun dan selanjutnya berubah menjadi PGAN 6 Tahun. Pada masanya, PGAN sangat populer di kalangan pelajar kota Pekanbaru. Selain terkenal dengan pendidikan agamanya, PGAN juga terkenal dengan ekstrakulikulernya. Pada waktu itu yang paling menonjol adalah Gerakan Pramuka.

Pada tahun 1993, PGAN beralih status menjadi MAN 2 Pekanbaru. Seiring waktu serta pencapaian berbagai prestasi yang diraih, MAN 2 kemudian naik status menjadi MAN percontohan di Riau, hingga namanya berubah menjadi MAN 2 Model Pekanbaru. Bahkan karena perkembangan prestasinya sangat cepat, MAN 2 Model mendapat penghargaan MAN terbaik Nasional kategori Model (Percontohan).

Hal itulah yang kemudian mendorong Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Riau merencanakan MAN 2 Model Pekanbaru sebagai Madrasah Nasional Bertaraf Internasional pada tahun 2009. Untuk mewujudulkan MAN 2 Model Pekanbaru sebagai Madrasah Nasional Bertaraf Internasional, sekolah itu menjalin kerja sama dengan MAN Insan Cendikia Serpong. Di bawah kepemimpinan Muliardi telah banyak perubahan terjadi di sekolah ini hingga menjadi salah satu sekolah favorit di Pekanbaru.

Selain itu, MAN 2 juga menjalin kerjasama dengan berbagai institusi yang ada di Indonesia dan juga dengan negara tetangga. Misalnya, menjalin kerjasama dengan Unit Pelaksanaan Pengetahuan Bahasa (UP2B) Unri, kerjasama dengan FKIP Unri untuk peningkatan kemampuan guru Sains, Kerjasama dengan SMK Seri Bintang Malaysia.

“Kita sudah teken MoU dengan MAN Insan Cendikia, studi banding ke Malaysia dan juga bekerjamasa dengan Unit Pelaksanaan Pengetahuan Bahasa Unri,” ujar Muliardi, Kepala MAN 2 Model saat ini.

Kerjasama dengan madrasah lain seperti MAN Insan Cendekia Serpong dilakukan sejak ia mendapat amanah menjadi Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Pekanbaru tahun 2007 hingga sekarang. Ia mengaku bahwa kerjasama seperti ini perlu dilakukan  untuk memacu ketertinggalan madrasah dari sekolah umum lainnya. Sehingga ia bersama para pendidik di MAN 2 Model bisa memotret starting poin untuk melakukan sesuatu terhadap kemajuan madrasah. Di antaranya dengan membuat berbagai program seperti Evaluasi Diri Madrasah (EDM), lalu dilanjutkan dengan menyusun Madrasah Development Invesment Plan (Rencana Pengembangan Madrasah) jangka pendek, menengah, dan panjang. Dilanjutkan dengan penyusunan RKT Madrasah (Rencana Kerja Tahunan) kemudian dengan menetapkan RAPBM (Rencana Anggaran Belanja Madrasah), dengan melibatkan seluruh majelis guru dan karyawan dengan berprinsip pada sistem bottom up (dari bawah ke atas) hingga saat ini.

Mengubah Image

Salah satu faktor yang membuat Muliardi merasa gusar adalah adanya isu yang berkembang di masyarakat selama ini bahwa sekolah (madrasah) yang dikelola oleh Kementerian Agama hanya bisa berdoa saja. Dibalik itu ia merasa tertantang untuk melakukan perubahan mindset masyarakat yang sudah terlanjur miring tersebut. Semangat itu ternyata juga dilatarbelakangi oleh agama serta lingkungan keluarganya.

Perubahan yang ia prakarsai tidak selesai sampai di situ saja. Beberapa prasyarat penting lainnya juga telah dilakukannya. Misalnya melaksanakan standarisasi manajemen yang berbasis customer satisfaction (kepuasan pelanggan), yang berorientasi pada SOP dan dimodifikasi berdasarkan standar ISO 9001:2008, serta menjalankan program audit internal setiap tahun terhadap keberlangsungan jaminan mutu melalui konsep PDCA (Plan, Do, Control, Action) yang menitikberatkan pada kepuasan pelanggan. Baik terhadap siswa, majelis guru, dan masyarakat serta menerapkan pengendalian dokumen. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menerapkan quality assurance dan quality control bagi setiap stakeholder dalam rangka terkendalinya penjaminan mutu madrasah.

Poin penting lainnya adalah melibatkan diri kerjasama dengan FK RSBI (Forum Kerjasama Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) dengan merujuk kepada sembilan pilar penjaminan mutu (standar kurikulum, standar PTK, pembiayaan Sarpras, pengelolaan (manajemen) sekolah, manajemen kelas, manajemen peserta didik. Pelatihan dan pengayaan dilakukan melalui workshop pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan melibatkan pihak perguruan tinggi guna untuk mencapai sasaran mutu. Ternyata berbagai langkah tersebut mendapat apresiasi positif dari setiap stakeholder. Mereka membuktikan komitmennya terhadap berbagai langkah untuk memajukan madrasah dengan ditandai pembubuhan tanda tangan yang dipajang di Madrasah (Building Commitment).

Mendapat amanah sebagai pimpinan Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Pekanbaru tidak mudah. Tantangan yang ia hadapi pada prinsipnya berasal dari internal.

“Karena untuk mengajak kepada perubahan harus memiliki perencanaan yang matang,” tegasnya. Ia menambahkan, “Seperti mensosialisakan seluruh kebijakan dan program yang akan dilaksanakan kepada setiap stakeholders di MAN 2 Model Pekanbaru.”

Namun prinsip yang kuat mendorongnya adalah memahami ajaran agama secara kaffah (menyeluruh). “Karena Allah mengatakan bahwa jika engkau menolong agama Allah otomatis Allah akan menolongmu juga,” ujarnya. “Inilah prinsip yang harus dipasang dalam diri dengan niat yang tulus, sehingga setiap prestasi kerja tidak mengharapkan penghargaan semata, dari siapapun melainkan setiap pekerjaan tersebut diniatkan untuk ibadah,” tambahnya.

Pimpinan MAN 2 Model Pekanbaru ini mengaku siap tidak disukai oleh berbagai pihak yang berkaitan dengan madrasah tersebut. Asalkan kebijakan dan keputusan yang ia ambil hanya semata berorientasi pada kemajuan madrasah

Anak ke 5 dari 6 bersaudara ini mengabdi menjadi tenaga pendidik di MAN 2 Model Pekanbaru sejak tahun 1997. Sejak itu, ia mendapatkan penghargaan berupa beasiswa untuk melanjutkan studi ke strata 2 di UPI Bandung. Kembali dari Bandung ia dipercaya untuk mengemban amanah sebagai wakil kepala bidang kesiswaan hingga Agustus tahun 2006. Ditahun yang sama, tepatnya tanggal 1 september hingga saat ini diamanahkan sebagai Kepala MAN 2 Model Pekanbaru.

Cita–cita hidupnya sederhana, yakni bisa berbuat dan memberikan yang terbaik untuk siapapun. Namun ia mempunyai harapan tinggi terhadap MAN 2 Model ini, yakni senantiasa bisa berkompetitif dalam bentuk apapun dengan sekolah umum lainnya termasuk dipertimbangkan dalam berbagai agenda kompetitif lainnya.

Ayah dari tiga anak ini lahir pada 1 oktober 1969 di desa yang dinamai dengan Kuok. Di desa ini ia dilahirkan dan dibesarkan hingga tahun 1988. Kuok adalah daerah yang berlokasi kira-kira 75 KM ke arah barat Pekanbaru dengan jarak tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan. Sekolah Dasar (SD), MTs, hingga MAN dihabiskan di desa ini. Sementara S1 ia selesaikan selama 4,5 tahun di kota Pekanbaru di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim dari tahun 1988 sampai Maret 1993 pada jurusan Tadris Bahasa Inggris.

Anaknya yang pertama bernama Muhammad Ibnu Amien, sekolah di MAN 2 Model Pekanbaru kelas XI dan yang kedua Dina Amalia Fitri bersekolah di MTsN Andalan Pekanbaru Kelas VII sementara putra bungsunya, Muhammad Luthfi Rahman masih kelas 4 di SDN 026 Pekanbaru. Sementara istrinya Hj. Tina Mailinda S.Pd juga mengabdi sepertinya sebagai guru di SMKN 1 Pekanbaru.

Kokoh dalam prinsipnya setiap melangkah harus mengharapkan ridla Allah yang Maha Kuasa. “Sehingga setiap gerak-gerik dalam memulai setiap tugas harus mengedepankan niat yang tulus. Dari sini manusia harus yakin bahwa Allah akan senantiasa melihat niat setiap langkah kita,” pungkasnya.

Pentingnya Pendidikan Agama

Nilai penting yang ditanamkan di lingkungan MAN 2 Model Pekanbaru adalah bahwa pendidikan  agama memegang peranan utama untuk menciptakan anak didik yang bermoral dan berakhlak mulia. Pembangunan  di  bidang  agama  terutama  di  bidang  pendidikan  memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam meletakkan  landasan  moral,  etika, sains dan teknologi serta spiritualitas yang kokoh dalam pembangunan di bidang Pendidikan Nasional. Proses pengembangan di bidang pendidikan diarahkan pada upaya  meningkatkan kecerdasan bangsa, meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta  didik  (siswa). Dari sini menurutnya pendidikan  agama merupakan  sarana  untuk menambah  semarak  dan  menambah  kenikmatan  beragama  serta meningkatkan  ketakwaan  terhadap  Allah  SWT.  Karena  berperan  dalam  memlihara  kesatuan  dan  persatuan  bangsa,  apa  lagi  pada  saat-saat sekarang ini.

Madrasah ini merupakan  salah  satu  lembaga  pendidikan  yang  berada  di  bawah  naungan  Kementrian Agama. Salah satu lembaga pendidikan (madrasah) menengah atas yang berstatus negeri. Pada dasarnya Madrasah Aliyah Negeri  (MAN) 2 Model Pekanbaru sudah cukup tua karena nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) adalah peralihan dari Pendidikan Guru Agama (PGAN) yang kemudian berubah menjadi MAN berdasarkan keputusan Departemen Agama No 64 Tahun 1989 dan No. 42 Tahun 1992 nama  menjadi  Madrasah  Aliyah  Negeri 2 Pekanbaru.

Dan kini, Muliardi terbukti mampu memegang tongkat estafet, memimpin MAN 2 Model Pekanbaru dengan baik. Melakukan banyak terobosan untuk memajukan lembaga pendidikan Islam tersebut. Maka tidak heran bila banyak penghargaan ia dapatkan atas prestasi yang ia raih. Di antaranya, guru Inti tingkat Provinsi dalam bidang studi Bahasa Inggris (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau) tahun 2001 dan Kepala Madrasah terbaik tingkat Provinsi (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau) tahun 2008. MAN 2 Model Pekanbaru juga meraih predikat sebagai Madrasah terbaik tingkat Provinsi (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau) tahun 2009, lalu Madrasah terbaik/berprestasi tingkat nasional (Kementerian Agama Republik Indonesia) tahun 2010. (Red: Anam)

No comments:

Post a Comment